Perjalanan Luar Kota dan Konsumsi BBM Karimun Estilo

14

Selepas lebaran kemarin Mas_Mun harus ke Pekalongan untuk menjemput anak pertama yang ikut neneknya sejak minggu terkahir bulan puasa. Sebelum berangkat isi bensin hingga ful dan tidak lupa me-reset trip meter di angkal nol. Berangkat dari Jogja melewati Magelang kemudian Ambarawa dengan tujuan berikutnya adalah tol Semarang. Sengaja tidak melewati rute Temanggung karena walau  jaraknya lebih singkat namun jalannya sempit dan berkelok membuat perjalanan lebih lama dan melelahkan.

Rute Jalan Tol Bawen Semarang

Rute Jalan Tol Bawen Semarang

Beruntung jalur dari Jogja menuju Semarang saat ini sudah banyak perbaikan dan pengembangan. Beberapa tahun belakangan ini telah dibuat jalur lingkar luar Ambarawa yang jalannya mulus dan lengang seperti jalan tol, dengan adanya jalur ini kita tidak perlu melewati titik-titik kemacetan di Ambarawa.

Keluar dari jalur lingkar luar Ambarawa melewati jalan biasa terlebih dahulu kemudian berbelok kanan untuk mengarah masuk ke gerbang tol Bawen. Dari Bawen hingga keluar di Semarang(tembus jalur Pantura) melewati empat gerbang tol, yaitu gerbang tol Bawen, Banyumanik, Tembalang dan yang terkahir adalah Manyaran. Total uang tol yang perlu dikeluarkan adalah Rp 17.500, termasuk murah daripada harus bermacet-macet ria melewati pusat kota Semarang.

Jalan Tol Ungaran Lancar

Jalan Tol Ungaran Lancar

Kondisi perjalanan sejak dari Jogja hingga masuk tol termasuk lancar, melewati rute tol ini teringat jalan tol Cipularang dengan ciri khas jalan cor beton dengan topografi perbukitan. Walaupun jalanan lengang cukup memacu kecepatan mobil di range antara 100-120 km/jam saja, namun rata-rata hanya sekitar 100 km/jam.

Kemudian terjadilah hal yang tidak diprediksi sama sekali, setelah lepas gerbang tol Manyaran(gerbang tol terkahir) kemacetan cukup parah terjadi. Penumpukan kendaraan ketika akan memasuki jalur Pantura, karena ada pertemuan dari keluar tol Semarang dan jalur Pantura dari arah timur. Tidak cukup di situ, hingga di Pantura pun masih terjadi kemacetan, padahal sudah dilakukan contra flow dengan menambah satu jalur dari arah berlawanan. Namun perlahanan penumpukan terurai hingga akhirnya tiba di Pekalongan dengan kondisi jalur Pantura yang ramai lancar.

Keluar Tol Semarang Menuju Pantura

Keluar Tol Semarang Menuju Pantura

Tidak lama di Pekalongan langsung kembali lagi ke Jogja. Untuk arah baliknya sangat lancar, ‘lari’ Karimun Estilo masih sangat mumpuni untuk mengimbangi mobil MPV dikelas 1500 cc seperti Ertiga, Avanza bahkan Honda Freed. Begitu sampai di Jogja, isi kembali bensin hingga ful dan hasilnya terisi sebanyak 23.38 liter bensin Premium, untuk jarak tempuh pergi pulang Jogja-Pekalongan total adalah 445,6 kilometer, belum bisa menyimpulkan apakah perjalanan menggunakan mobil kali ini termasuk irit. Namun seteleh dihitung maka konsumsi bensinnya rata-rata adalah 1:19.05 atau dibulatkan menjadi 1 liter untuk 19 kilometer.

Bagaimana cara mengemudinya, eco driving? Tidak sama sekali. Dari terjebak macet di tol Semarang dan Pantura, ngebut ketika pulang ke arah Jogja hingga sempat salip-salipan dengan Avanza dan Honda Freed di Magelang, sedangkan kecepatan di tol tidak terlalu kencang rata-rata hanya 100-110km/jam dan AC nyala sepanjang perjalanan. Ternyata Karimun Estilo yang hampir berumur 5 tahun ini masih tetap menjadi mobil irit dan murah.

Mobil Paling Irit Di Indonesia

Apakah Termasuk Mobil Paling Irit Di Indonesia?

Kemudian Mas_Mun tidak sengaja menemukan artikel di web resmi Suzuki mengenai tes konsumsi bahan bakar Suzuki Karimun Wagon R AGS dengan rute Jakarta – Tegal melawati tol Cipali. Konsumsi bensin Karimun Wagon R AGS mencapai 1:20,3 namun jalurnya lebih dominan tol to tol dan dengan cara mengemudi eco driving(putaran mesin maksimal di 2000rpm dan meminimalkan penggunaan rem).  Sedangkan Karimun Estilo yang menghadapi jalur lebih variatif dari kemacetan hingga jalanan yang lengang, dengan mayoritas jalan non tol dan mengemudi tanpa batasan putaran mesin sama sekali dapat meraih konsumsi bbm hingga 1:19. Berdasarkan fakta tersebut rasanya tidak jumawa jika dikatakan ini termasuk kategori mobil bekas paling irit.

Topik: Mengemudi | Tagged apa karimun estilo harus ber bahan bakar PERTAMAK, pengalaman pake suzuki estilo, karimun estilo boros, rute tol bawen jogja, pakai karimun estilo kaluar kota.

14 comments
  • ariawan
    December 30, 2015

    Thx informasi nya mas mun


  • ariawan
    December 20, 2015

    Mas, saya baru beli second karimun estilo 2007 awal nya saya isi petralite, dgn cara perhitungan full to full tercapai angka 1:15,92. Setelah saya cari info ke teman penguna karimun estilo juga, disarankan menggunakan pertamax, tapi kok saya rasa malah tambah boros, memang ini blm habis bbm ny krn baru isi 2 hari lalu, cma kok baru menyentuh angka 100 km indikator sudah turun seperempat.
    Sewaktu saya baca artikel diatas ternyata mas mun cma mengunakan premium.
    Pertanyaan saya :
    1. apa karimun estilo saya kurang cocok mengunakan pertamax? Krn saya baca di beberapa artikel mengatakan pengunaan bbm harus disesuaikan dengan komperensi (kalo tidak salah bahasa) kendaraan dengan oktan bbm.
    2. Apakah karimun estilo cocok mengunakan premium, secara mas mun jg mengunakan bbm premium.. Kalo memang tidak ada masalah saya jg lebih baik mengunakan premium saja.

    Terima kasih


    • MasMun
      December 22, 2015

      Boros ketika menggunakan Pertamax sebetulnya karena faktor Subjektif pak, biasanya setelah pakai Pertamax kaki kanan lebih “rajin menekan pedal gas lebih dalam”. Sedangkan penggunaan Premium sebetulnya juga tidak masalah, tapi ruang bakar di mesin akan lebih bersih jika menggunakan bahan bakar Pertamax.


      • ariawan
        December 28, 2015

        Kalo masalah pakai pertamaxpertamax kaki kanan suka nginjak gas, saya rasa ga juga mas. Krn saya biasa berkendara dgn cara ngurut gas pelan, ga agresif. Cma kok memang saya rasa pertamax lebih boros. Pertanyaan nya :
        Apa karimun estilo 2007 saya cocok kompresi nya apa bila pakai pertamax? Atau petralite/premium?
        Terima kasih


        • MasMun
          December 30, 2015

          RON yang terlalu tinggi sebenarnya tidak selalu berdampak bagus, untungnya menggunakan pertamax memang ruang bakar menjadi lebih bersih jika dibandingkan dengan menggunakan Premium. Karimun Estilo selama ini tidak ada masalah dan tidak ada larangan jika menggunakan bensin Premium, atau kalau ingin yang lebih baik dan masih ekonomis cukup menggunakan Petralite saja.


  • Kristianto
    October 1, 2015

    Mas, koq karimun estilo thn 2007 saya bensinnya boros ya 1 liter : 7 km utk dalam kota.
    Kira-kira masalahnya dimana ya? sudah beberapa kali ke beres suzuki RMK masih tetap sama.

    Terkahir sampai dikasih hasil analisa pembuangan nya ada CO2,dll (ga paham), katanya berdasarkan hasil itu, sudah irit.

    Kira-kira utk estilo tahun 2007 seperti saya 1 km brp kilo ya rata-ratanya?


    • MasMun
      October 3, 2015

      Mungkin macetnya parah sekali yas mas Krsitianto secara Ibukota macetnya nggak kira-kira, coba dihitung pada saat hari minggu pagi dengan metode full to full. Caranya: Diisi pensuh bensinnya kemudian trip meter di rest nol. Setelah itu dibawa jalan juah, kenudian diisi lagi bensinya di SPBU yang sama. Sambil dihitung antara jarak tempuhnya dan bensin yang diisikan kembali.

      Kalau macet parahnya kayak Jakarta sy belum pernah nyoba mas.


  • Supriyono
    August 6, 2015

    soal durasi saya kurang memperhatikan namun jalanan relatif sepi bahkan cenderung sendirian di jalanan dan dijamin gak bakal menemukan kemacetan. selain itu pemandangan di sekitar jalanan juga bagus banget. nuansa pegunungan yang hijau dan sejuk. rutenya ketep pass- Kopeng-lingkar luar salatiga- pintu toll bawen.


  • Supriyono
    August 6, 2015

    sebagai tambahan informasi mas-Mumun untuk masuk ke tol bawen menuju pantura, dari Yogya bisa juga melewati ketep pass menuju arah salatiga. meski jalan naik turun tapi lebih sepi dan tidak perlu masuk ke kota Magelang. Ini pengalaman saya kemaren waktu mudik ke Magelang. Seperti diketahui bahwa daerah Secang merupakan titik kemacetan yang lumayan parah. dengan lewat salatiga kita gak perlu melewati Secang.


    • MasMun
      August 6, 2015

      Betul mas, di Secang kemarin agak tersendat. Dari Magelang ke Tol Bawen via ketep pas butuh waktu berapa lama mas Supriyono?


  • yaz
    August 6, 2015

    Share aja mas Mun..
    Saya juga pengguna new mumun esteler th 2012. Lebaran kemarin menempuh perjalanan kurang lebih 1159km, rute bogor-cirebon-pwkerto-banjarnegara-wonosobo-dieng-kajen batang-bogor. Via tol cipali dan pantura. Macet agak parah di prupuk-pwkerto dan peklongan-brebes. Penumpang 2 dewasa dan 2 anak-anak plus beban koper, kecepatan rata2 jalan tol 80-100kpj, non tol 40-80kpj. Konsumsi premium 52 liter, atau 1 ltr utk 21,99km. Mgkin bisa jd perbandingan. Metode pengukuran, isi bbm full, reset trip meter 0, dan isi full lg. Si mumum ini memang si gesit irit.. salam


    • MasMun
      August 6, 2015

      Wuidih,,, mantap ini mas Yaz malah lebih irit lagi dari pada Karimun Wagon R AGS. :)


Add comment

Email address will not be published. Required fields are marked with


+