Kebiasaan Lama yang Perlu di tinggalkan di Mobil Moderen

0

Mungkin beberapa dari kita dibesarkan di era 90-an, pada era tersebut teknologi mobil baru saja melangkah ke era moderen dengan muncul teknologi injeksi yang hanya di aplikasikan pada mobil sedan mewah di masanya. Masih akrab dengan Toyota Kijang Super, Suzuki Carry, atau Daihatsu Zebra yang masih menggunakan teknologi konvensional?

Zaman sudah berubah, mobil-mobil keluaran saat ini tidak memerlukan perlakuan yang berbeda dari mobil lawas, tentu karena teknologi yang semakin memudahkan kita. Berikut ini beberapa kebiasaan lama yang perlu ditinggalkan pada mobil moderen saat ini karena sudah tidak berguna lagi:

Mesin Moderen Wagon R GS

Mesin Moderen Suzuki Wagon R GS

Memanaskan mobil terlalu lama

Apakah masih perlu memanaskan mesin mobil terlalu lama? Mesin mobil moderen saat ini sudah menggunkan teknologi Fuel Injection /injeksi, suplai bahan bakar untuk mesin dengan sistem injeksi sudah diatur oleh Engine Control Unit(ECU). Suplai bahan bakar akan dikirim sesuai kondisi mesin berdasarkan masukan dari sensor-sensor yang afa, jika mesin masih dingin tentu ECU otomatis mengatur agar campuran bahan bakar lebih kaya(lebih banyak bensin) sehingga mesin tidak brebet ketika dijalankan dalam kondisi dingin. Buktinya pada mobil injeksi tidak ada lagi tuas choke, selain itu ketika kita baru menyalakan mesin saat kondisi dingin putaran mesin(RPM) otomatis naik agar mesin lebih cepat panas(memanaskan mobil secara otomatis) dan putaran mesin akan turun dengan sendirinya ketika sudah mesin sudah panas.

Jadi walaupun tidak dipanaskan mobil sudah dapat langsung dikendarai, hal tersebut didukung oli yang digunakan pada mobil saat ini sangat encer sehingga lebih cepat menyebar di celah-celah mesin tanpa perlu khwatir mesin terlambat mendapat pelumasan ketika langsung dikendarai. Contohnya oli Suzuki Karimun Estilo menggunakan kekentalan 5W-30 dan Oli Karimun Wagon R yang menggunakan SAE 0W-20. Ini merupakan spek oli terencer dalam kondisi dingin yang ada dipasaran saat ini(Sumber: SAE.org)

Menginjak pedal gas ketika akan mematikan mesin

Pengemudi mobil terdahulu sering menginjak pedal gas dalam-dalam hingga mesin menggerung sebelum mematikan mesin. Alasannya? Katanya supaya aki terisi arus listrik. Pendapat tersebut sebetulnya kurang valid, arus listrik yang disuplai untuk  men-charge aki tidak seberapa banyak kalau hanya menginjak gas beberapa detik. Padahal selama perjalanan ketika mobil berjalan aki sudah dalam kondisi di-charge, jadi untuk apa menggeber mesin sesaat sebelum mati. Hal tersebut malah berdampak tidak baik pada mesin, bayangkan ketika mesin berputar kencang karena pedal gas diinjak dalam kemudian tiba-tiba di matikan, malah bisa menyebabkan stang piston atau klep bengkok.

Menggoyang-goyangkan mobil ketika mengisi bensin

Selang Pernafasan Tangki Bensin

Selang Pernafasan Tangki Bensin

Pada Karimun Estilo ataupun semua mobil saat ini terdapat selang ‘pernafasan’ di tangki bahan bakarnya. Fungsinya ketika udara terjebak didalam tangki ketika mengisi bensin hingga penuh, maka udara dapat keluar melalui selang tersebut sehingga tidak ada lagi udara yang dapat terjebak di dalam tangki. Jadi menggoyang-goyangkan mobil ketika mengisi bensin hingga full itu tidak ada gunanya. :D

Topik: Mengemudi | Tagged , oli keluar dari selang pernafasan mesin mobil, mesin mobil brebet saat dingin, oli keluar dari selang pernafasan mesin, fungsi selang tangki bensin mobil kijang, mobil zebra mbrebet saa dingin.

Add comment

Email address will not be published. Required fields are marked with


+