Mesin Tiga Silinder yang Kembali Menjadi Primadona

10

Mesin berkapasitas kecil 1000cc 3 silinder seperti yang digunakan pada Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Suzuki Karimun Estilo dan Wagon R bukanlah hal baru. Daihatsu sudah pernah menggunakan mesin seri-C dengan konfigurasi serupa sejak tahun 1980-an. Pada waktu itu mesin 3 Silinder disematkan pada Daihatshu Charde yang berkapasitas 1000 cc, tepatnya 993 CC. Bahkan salah satu mobil legendaris Toyota yaitu Starlet generasi pertama menggunakan mesin 1000 cc tiga silinder, baik Toyota Starlet maupun Daihatsu Charde pun memiliki versi mesin yang telah dilengkapi dengan Turbo.

Sejarah kembali berulang, setelah lebih dari 20 tahun sejak periode akhir tahun 1980-an mesin tiga silinder berkapasitas kecil mulai ditinggalkan berganti dengan mesin 4 silinder dengan kapasitas besar, kini mesin berkapasitas kecil kembali menjadi primadona sejak tahun 2009 dengan dimenangkannya engine of the year oleh mesin VW berkapasitas 1400 cc. Padahal tahun sebelumnya yang  mendapatkan penghargaan tersebut adalah mesin BMW dengan kapasitas 3000 cc.

Ford Ecoboost Tiga Silinder

Ford Ecoboost Tiga Silinder – Ford Indonesia

Kapasitas kecil 3 silinder menjadi primadona

Setelah mesin VW  TSI berkapasitas 1400cc(4 silinder) meraih penghargaan Engine of The Year 2009-2010, tren mesin kecil pun mulai terbentuk. Ditahun 2011 yang mendapat penghargaan berganti pada mesin Fiat berkapasitas 875cc yang hanya berkonfigurasi 2 silinder dan kemudian mesin Ford Ecoboost 3 silinder 999 ccc menggondol mahakota tersebut selama 3 tahun berturut-turut sejak 2012-2014.

Mesin Ford Ecoboost adalah mesin 1000 cc tiga silinder  direct injection dilengkapi dengan Turbocharger sehingga kapasitas mesin yang setara dengan Karimun Estilo dan Wagon R tersebut bisa memuntahkan tenaga hingga 125hp hampir dua kali tenaga Suzuki Karimun dengan kapasitas kubikasi/cc mesin yang sama. Di Indonesia mesin Ecoboost ‘ditanam’ pada produk hatchback pabrikan Amerika tersebut, yaitu Ford Fiesta.

BMW i8 Engine 1500cc

BMW i8 Engine 1500cc – Topspeed

Kini di tahun 2015 BMW mematahkan dominasi Ford dengan mesin primadonanya, Ecoobost yang tidak terkalahkan selama 3 tahun. BMW memenangkan Engine of The Year 2015 dengan mesin 1500cc 3 silinder yang sanggup menghasilkan tenaga sebesar 228hp yang ‘ditanam’ pada mobil hybrid terbaru mereka yaitu BMW i8(Sumber: Engine of The Year 2015). Karena merupakan mobil Hybrid selain menggunakan mesin bensin 3 silinder 1500cc BMW i8 juga menggunakan motor listrik yang sanggup mensuplai tenaga sebesar 129hp, sehingga total keseluruhan tenaga yang dihasilkan oleh kombinasi mesin bensin dan motor listrik adalah 357hp untuk sebuah mobil hybrid!

Tidak sampai disitu, VW yang pernah memenangkan Engine of The Year 2009-2010 dengan mesin 1400cc TFI tidak mau mengalah begitu saja dengan rival senegaranya BMW yang sukses dengan mesin i8-nya, saat ini Volkswagen(VW) tengah mengembangkan mesin 1000cc (yang juga) tiga silinder. Mesin tersebut diklaim sanggup menghasilkan tenaga 88,5hp dengan efisiensi bahan bakar hingga 24.4 kilometer per liter. (Sumber: Volkswagen AG)

Mesin Volvo tiga silinder 1000cc

Mesin Volvo tiga silinder 1000cc

Selesai? Belum… Volvo saat ini tengah menyelesaikan rancangan mesin 1500cc yang juga tiga silinder dan digadang-gadang sanggup ‘memuntahkan’ tenaga hingga 180hp(Sumber: Paultan). Sekedar perbandingan, mesin bensin Nissan X-Trail memiliki tenaga 171hp namun dengan kapasitas mesin  2400cc dan mesin Honda Crv memiliki tenaga 190hp juga dengan kapasitas sebesar 2400cc.

Bagaimana Mesin 3 silinder mobil entry-level

Jika pada mobil-mobil Eropa dan Amerika mesin-mesin 3 silinder dengan rancangan terkini tengah ramai-ramai dikembangkan. Di Indonesia mesin 3 silinder juga kembali marak, namun mayoritas digunakan pada mobil entry-level merek Jepang di kelas LCGC.

Mesin 3 silinder untuk mobil entry-level dipelopori kembali oleh Daihatsu dengan Xenia 1000cc-nya. Namun mesin ini kurang proporsional dipasangkan pada body MPV yang bongsor, karena perbandingan tenaga dan bobot mobil yang kurang ideal, bayangkan untuk mobil MPV 7 penumpang tenaga dan torsi mesinnya tidak lebih besar dari yang dihasilkan mesin Suzuki Karimun. Selanjutnya Suzuki mulai meluncurkan New Karimun Estilo 3 slinder pada 2009 sebagai basis mesin untuk small car mereka di India dan Indonesia.

Berlanjut di era mobil LCGC Toyota Agya, Ayla dan Karimun Wagon R kompak menggunakan mesin 3 silinder, tentunya Wagon R menggunakan basis mesin tiga silinder yang sama dengan New Karimun Estilo. Pada awalnya dari semua mesin tiga silinder 1000cc untuk mobil entry-level, mesin Suzuki K10B merupakan mesin dengan tenaga dan torsi yang paling besar dikelasnya, yang hanya dapat di samakan oleh KIA Morning yang muncul 6 tahun berikutnya di tahun 2015.

 

Topik: Mesin | Tagged , mobil cc kecil tenaga besar, mobil cc kecil, mobil 1000 cc, mobil 1000cc, mobil 1000 cc terbaru.

10 comments
  • Bagus
    January 24, 2016

    Mas Mun,sebaiknya velg yang baik buat new karimun estilo ukuran berapa ya Rnya,Offsetnya dan lebarnya kalau mau ganti yg lebih besar


    • MasMun
      February 5, 2016

      Halo mas Bagus, kalau mau ganti velg Suzuki yang masih aman dan nyaman untuk harian saran saya maksimal paling besar R15, untuk lebar maksimal 5,5inch dan offset sesuai dengan standarnya yaitu +45. Untuk lebih lengkapnya sudah pernah kami ulas di sini: pilihan Velg Suzuki Karimun.


  • rully
    January 22, 2016

    Mas mun.. mau nanya harga filter saringan udara buat estilo 2012 itu berapa yah..


    • MasMun
      February 5, 2016

      Harga filter udara original SGP untuk Karimun Estilo generasi pertama Rp 140.000 dan yang generasi kedua seperti punya mas Rully Rp 120.000.


  • Marcel
    November 11, 2015

    Permisi mas mun,brp ya harga lampu belakang karimun estilo 2010?
    Yg ori sama yg k.w?
    Lampu belakang saya pecah ditabrak sama motor


    • MasMun
      November 12, 2015

      Harga lampu belakang New Karimun Estilo utuh Rp 430.000, itu yang ori SGP mas yang KW saya tidak tau.


  • fia brilianti
    November 3, 2015

    Sore mas mun.. mau tanya nih, stelah baca artikelnya sangat mencerahkan. Krna selama ini banyak situs jual beli ol yg bilang mesin 4 cil lebib bagus ketimbang 3 cil so mangkanya berbondong2 org kasih statement 4 cil bukan 3 cil. Nah yg sy tanyakan apakah new karimun estilo ada yg make mesin 4 cil? Dari yg taun 2009-13?
    Trs, sebaiknya BBM yg digunakan betulkan hanya Pertamax krna estilo jg termasuk mobil LCGC?
    Yg kedua pertanyaan sy ttg ban, sy make nitrogen. Nah tiba2 ban kempes/bocor terus diisi angin biasa krna urgent. Bisa menimbulkan bahaya atau kecelakaan?
    1 lagi, misal sy sudah make coolant ya, trs tiba2 air radiator habis di jalan, trs sy ganti make air aqua biasa apakah masalah??

    Mohon petunjuknya ya.. makasih mas mun..


    • MasMun
      November 9, 2015

      Halo mbak Fia, terimakasih atas pertanyaannya. Kita bahas satu persatu ya:
      1. Setelah tahun 2009 Karimun Estilo hanya menggunakan mesin 3 silinder berkode K10B, mesin tersebut hingga kini masih dipakai pada produk baru Suzuki yaitu Karimun Wagon R dan Suzuki Celerio:
      2. Karimun Estilo tidak termasuk Kategoti mobil LCGC jadi tidak wajib “minum” bensin Pertamax, walau begitu tetap lebih baik jika mengkonsumsi bensin pertamax dari pada Premium.
      3. Ban yang menggunakan Nitrogen murni jika dicampur dengan udara biasa maka peningkatan suhu ban ketika bekerja akan lebih tinggi dibandingkan hanya menggunakan Nitrogen saja atau udaha biasa saja. Sebisa mungkin jangan di campur. Kalau sudah terlanjur sebaiknya di vacum lagi.
      4. Coolant ditambahkan dengan air biasa tidak masalah. Oh iya sebaiknya radiator coolant dikuras dan ganti baru setiap 20.000 kilometer.

      Semoga membantu :D


  • Alfa
    August 26, 2015

    Mas Mun mau konsultasi,selama ini kan saya pakau pertamax,nha ini kan baru muncul bensin pertalite.
    Kalau misal saya campur pertamax dengan pertalite efeknya apa ya buat si Mumun?makasih


    • MasMun
      August 29, 2015

      Nggak papa sih sebenarnya,, tapi kalau dari anjuran Pertamina sebaiknya jangan di campur.


Add comment

Email address will not be published. Required fields are marked with


+