Test Drive Suzuki Karimun Wagon R GS – AGS

12

Akhirnya datang juga kesempatan untuk test drive Suzuki Karimun Wagon R GS bertransmisi otomatis AGS(Auto Gear Shift) setelah kurang lebih seminggu diluncurkan ke publik. Wagon R tipe GS otomatis yang disediakan untuk test drive ini adalah versi full aksesoris dari Suzuki, dengan selisih harga hingga Rp 8,5 juta dari yang versi GS non aksesoris. Kali ini Mas_Mun harus mengakui kesan pertama ketika disandingkan dengan sang kakak, yaitu Karimun Estilo yang tanpa aksesoris menjadikan Wagon R terlihat jauh lebih modern. :(

Grill Depan Karimun Wagon R gs

Grill Depan Karimun Wagon R gs

Warna putih Wagon R GS dengan lampu depan pipih, grill moderen, list krom, dan full body kit membuatnya unggul mutlak ketika sejajar dengan Karimun Estilo,,,,,, haduuuh jadi keliatan tua deh. Belum lagi velg ring 14 dengan model jari-jarinya semakin menguatkan kesan elegan, namun sayangnya ban berprofil 175/65 R14 terlihat terlalu tebal.

Beralih ke ruang mesin hal yang pertama terlihat adalah hilangnya sling(biasa disebut kabel gas) yang menghubungkan pedal gas dan Thorttle Valve secara mekanis, karena Karimun Wagon R transmisi matic telah menggunakan teknologi drive by wire maka komponen tersebut digantikan oleh mekanisme elektris. Sayangnya dudukan kabel gas yang tidak lagi terpakai diatas box saringan udara masih ada sehingga sedikit aneh jika dilihat secara mendetail. Kemudian jika kita menecermati lebih dalam ke atas gearbox tampak unit hidraulik AGS sebagai penggerak kopling dan pemindah gigi otomatis.

Mesin Suzuki Wagon-R AGS Matic

Mesin Suzuki Wagon-R AGS Matic

Kabin Karimun Wagon R GS

Masuk ke kabin Suzuki Karimun Wagon R GS bertransmisi AGS tidak berbeda dengan yang versi manual, yang membedakan tentu hanya tuas transmisinya dan indikator posisi gigi di panel instrument tepatnya berada dibawah speedometer. Di bawah tuas tranmisi otomatis model gate terdapat huruf-huruf untuk setiap posisi tuas transmisi. “R” untuk retreat/mundur, “N” adalah posisi netral, “D” untuk transmisi full otomatis dan “M” jika anda ingin menaikan dan menurunkan gigi presneling secara manual.

Interior Suzuki Wagon-R AGS

Interior Suzuki Wagon-R AGS

Untuk menghidupkan mesin anda perlu memastikan tuas transmisi berada di posisi “N” sambil menginjak pedal rem. Saya sempat sengaja mencoba menstater dengan posisi tuas transmisi di “D” alhasil mesin tidak mau hidup.

Begitu mesin menyala dalam kondisi langsam(stasioner) harus diakui kabin Karimun Wagon R terasa lebih senyap dan lebih minim getaran jika dibandingkan dengan Karimun Estilo(haduh lagi….). Suzuki melakukan improvement yang sangat berarti dalam hal ini.

Mengemudi di mode “D”

Mulai meneggeser tuas transmisi Waron R AGS ke posisi “D” sambil menginjak pedal rem maka mobil melaju perlahan. Ketika dikendarai putaran mesin terdengar halus tapi suara roda ketika melewati jalan keriting masih terdengar “gemeruduk” persis seperti Karimun Estilo. Ketika mengemudi dengan mode “D” mobil ini adalah mobil yang santai, terlihat dari tachometer bahwa perpindahan gigi dilakukan pada putaran mesin 2000 rpm. Ketika di geber dengan posisi mode “D” tarikannya lambat dan ketika terjadi up-shift(perpindahan ke gigi lebih tinggi) perpindahan gigi malah terasa seperti menyendat dan tenaganya malah ngeden, hmmmm.

Karimun Estilo Tampak Kalah Modern

Karimun Estilo Tampak Kalah Modern

Setelah dicermati hal tersebut terjadi karena walaupun mobil sedang di geber perpindahan gigi tetap terjadi di rpm 2000, maka ketika gigi berpindah naik maka putaran mesin akan turun ke kesekitar 1400-1500rpm yang menyebabkan tenaga ngedrop karena putaran mesin turun. Namun ketika dikendarai secara santai tenaga yang ngedrop ketika terjadi up-shift justru tidak terlalu terasa. Karena tidak terdapat mode Sport, Normal ataupun ECO layaknya tranmisi mobil otomatis kelas atas kemudian saya menyimpulkan bahwa mode “D” ini adalah mode berkendara paling ekonomis pada Wagon R bertransmisi AGS.

Tidak heran jika Suzuki Indomobil mengklaim bahwa Wagon R AGS ini lebih irit dibandingkan dengan versi transmisi manualnya. Bagaimana tidak, mau pedal gas dinjek sedalam apapun maka posisi gigi akan selalu berpindah pada putaran mesin 2000 rpm, kalau kita menggunakan tranmisi manual tentu tidak bisa sedisiplin itu untuk selalu mengganti gigi diputaran mesin 2000 rpm.

Jadi gunakan mode “D” ketika anda mengemudi ke kantor, mengantar anak sekolah atau pergi berbelanja tanpa harus pusing memikirkan kapan saatnya pindah gigi dan tidak perlu berpikir bagaimana caranya mengemudi yang hemat. Semua itu sudah ditangani oleh fitur AGS(Auto Gear Shift).

Geserlah ke mode “M”

Ketika posisi “D” adalah untuk berkendara santai dan hemat (bahkan untuk menyalip kendaraan di depan saja terasa lambat) maka lain halnya ketika transmisi di geser ke posisi “M”(manual), maka tenaga mesin seutuhnya dalam kontrol anda. Geser tuas tranmisi ke belakang untuk menaikan posisi gigi transmisi dan geser ke depan untuk menurunkan posisi gigi.

Interior Karimun Wagon R GS

Interior Karimun Wagon R GS

Saya sempat menggebernya hingga diatas 4000 rpm, tidak cukup segitu anda bisa menggeber hingga putaran mesin yang lebih tinggi lagi untuk merasakan tenaga puncaknya dan untuk merasakan engine brake anda dapat menurunkan posisi gigi transmisi. Namun ketika mengemudi  dengan mode “M” ini lupakanlah untuk menghitung konsumsi BBM, ini adalah saatnya anda bersenang-senang dengan kelincahan Karimun Wagon R AGS. Tentu dengan posisi ini konsumsi BBM jadi tidak irit lagi, terbukti ketika test drive indikator penunjuk bahan bakar turun hingga dua garis, hehehe :)

Ketika tuas tranmisi berada pada mode “M” – manual tarikannya tetap terasa, tapi memang tidak se-impresif transmisi manual yang sesungguhnya. Walaupun melakukan up-shift(perpindahan gigi trasmisi) di  putaran mesin 4000 rpm tetapi perpindahan gigi tetap terasa halus pada mode “M”. Bisa dikatakan Suzuki Karimun Wagon R bertransmisi AGS ini terlalu sopan, alias tidak terasa perpindahan giginya yang menyentak seperti pada transmisi manual. Saya pribadi heran ketika ada yg mereview Wagon R AGS ini dan mengatakan bahwa perpindahan giginya kasar, karena jika dibandingkan dengan perpindahan gigi manual di Karimun Estilo teknologi AGS ini terasa lebih halus.

Drive By Wire injak pedal gas lebih dalam

Satu hal yang perlu menjadi perhatian, Karimun Wagon R dengan transmisi AGS sudah menggunakan teknologi drive by wire Jika pada mobil biasa cukup injak pedal gas sedikit maka mobil sudah ngacir, maka pada mobil berteknologi drive by wire ini anda perlu menginjak pedal gas lebih dalam dari biasanya karena bukaan valve sudah benar-benar sudah diatur secara elektris. Jadi sedalam apapun injakan pedal gas yang mengontrol bukaan Thorttle Valve untuk mensuplai campuran bahan bakar ke mesin tetap melalui pertimbangan ECU(engine control unit).

Suzuki Karimun Wagon R GS Versus Estilo

Suzuki Karimun Wagon R GS Versus Estilo

Jadi jangan ragu untuk menginjak pedal gas lebih dalam karena jika tidak mobil hanya melaju pelan. Terbukti pada saat menaiki tanjakan dari posisi mobil berhenti jika pedal gas kurang dalam diinjak maka mobil seperti tidak kuat naik dan mesin hanya akan bergetar tapi mesin tidak akan mati. Tidak usah khawatir, begitu anda menekan pedal gas lebih dalam maka mobil akan segera melaju.

Cocok bagi mereka yang….

Kesimpulan test drive Karimun Wagon R GS bertransmisi AGS kali ini adalah jika anda tinggal di kota besar yang lelah dengan kemacetan parah dan menginginkan mobil bertransmisi otomatis yang irit bahan bakar Karimun AGS ini adalah jawabannya. Anda dapat mengemudi hemat tanpa perlu pusing dan sesekali dapat anda “mainkan” transmisi di mode manual ketika melewati jalan tol tanpa perlu menginjak pedal kopling(karena memang tidak ada pedal koplingnya).

Wagon-R GS versi full accessories

Wagon-R GS versi full accessories

Namun bagi anda yang tidak tinggal di kota besar dengan masalah kemacetan dan senang mengajak “joging” mobil anda untuk merasakan sensasi tarikan dan kelincahan kendaraan jenis city car maka transmisi manual Suzuki Karimun Wagon R  masih merupakan jawaban yang paling tepat. Toh injakan pedal kopling Karimun Estilo ataupun Wagon R manual masih tergolong ringan sehingga tidak mudah membuat anda lelah untuk penggunaan sehari-hari.

Topik: Mengemudi | Tagged , , , karimun wagon r gs, wagon r gs, wagon r gs ags, karimun wagon ditanjakan, karimun wagon R gs kurang nyaman.

12 comments
  • gerald
    October 5, 2016

    Mas mun , saya kemaren nonton video karimun wagon r gs ags. Apa benar Katanya ( dari autobild indonesia taunya) kalo kita lagi di posisi drive dan misalnya sekarang lagi di gigi 4 kecepatan 60 km/h kita tiba tiba rem dan kecepatannya jadi 30km/h namun gigi tetap di gigi 4 tdk turun ke gigi3/posisi gigi yg lbh rendah secara otomatis sehingga saat jalan lagi mobil jadi cukup bergetar. Mohon pencerahannya mas mun.


    • MasMun
      October 6, 2016

      Kalau dari pengalaman saya sih posisi gigi otomatis akan turun, tapi ada kecepatan naggung yang mungkin masih masuk hitungan gigi yang lebih tinggi sehingga kalau digas jd berat. Kalau gitu mah tinggal di injek lebih dalam aja pedal gas-nya.


  • adrie filemon
    February 11, 2016

    baru beli Karimun Wagon R GS Manual, tarikannya bagus, kopling enteng, tapi koplingnya sangat beda dari mobil lain, seperti av*nza,X*nia dll, kopling karimun kayak ngangkat sendiri, jadi jalan kadang ngadet kalo tanjakan….


    • MasMun
      February 12, 2016

      Ngangkat sendiri bagaimana maksudnya Mas Adrie? Untuk mesin 1000cc kalau mulai jalan di tanjakan injek gas dulu sedikit baru lepas kopling, beda dengan mesin CC besar yang bisa langsung lepas kopling mas.


  • satrio
    July 12, 2015

    Mau tanya sehubungan sbg pemilik baru Wagon R AGS. Berdasarkan buku manual, utk mesin yg masih di bawah 950 km, perawatan & pemakaian akan menentukan umur mesin (halaman 4-1). Di buku manual itu ada tujuh saran yg harus diikuti utk mesin baru, salah satunya “Jangan gunakan gigi tinggi (gigi 3 ke atas) saat melaju pada kecepatan rendah”.

    Seperti yg disebutkan dlm artikel test drive AGS kang Mun-mun di atas, bhw dgn mode automatic (D), mesin akan pindah ke gigi lebih tinggi dikisaran rpm 2000. Akibatnya, mesin akan dibuat cendrung ke gigi tinggi walaupun kecepatan kenderaan rendah (dlm kasus saya kecepatan di bawah 40 km sdh bisa masuk gigi 4). Atas dasar ini, saya sebaiknya menghindari mode D sebelum mesin melewati umur 950 km.

    Kira2 tindakan saya betul tidak? Terima kasih.


    • MasMun
      July 12, 2015

      Tidak salah sih Om kalau menurut saya selama di mode “M” juga mesin jangan terlalu ‘digeber’. Tapi kok malah jadi seperti mobil manual lagi? Apa bener kecepatan 40kpj sdh masuk gigi 4? Mungkin karena jalannya agak menurun kali Om?


      • satrio
        July 15, 2015

        Nggak sih, jalannya datar2 aja. Setelannya mode D mmg targetnya ngirit bensin bgt, sehingga mesin terasa bergetar bila gigi tinggi lajunya pelan (berarti malah beban bagi mesin kan?).

        Mau tanya: ganti gigi itu wajarnya diputaran RPM berapa? 3000 ya? Sdh lama nggak pakai manual*) jadi nggak ngeh. Skrg pakai Wagon R suara mesin nggak terlalu kedengaran dari kabin sehingga feeling ganti2 gigi jadi agak tumpul kalo pakai mode M. Sebetulnya Wagon R kasih indikator utk melakukan shifting, tapi jadinya sama seperti D (di RPM 2000 disarankan ganti gigi, terlalu rendah menurut saya).

        *) maaf sekali bukan nyombong lho, sbg warga Jkt mobil otomatik sdh kebutuhan.


        • MasMun
          July 15, 2015

          Persis seperti impresi Sy ketika test drive Om Satrio,,, makanya kenapa mobil ini saya bilang “Terlalu Sopan”, Sebab suara gerungan mesin khas 3 silinder jadi tidak terdengar lagi di Wagon R AGS ini karena peredamannya sudah sangat baik selain itu hentakan mesin K10B(transmisi manual) ketika digeber jadi hilang pada mobil ini. Peredaman suara di kabin Karimun Estilo jujur sy akui kurang baik, tapi ketika mengendarai Wagon R AGS yang senyap ini jadi terasa ada sensasi yg hilang,,, hehe ternyata bukan saya aja yg merasakan itu. :D

          Untuk putaran mesin ketika pindah gigi di Karimun Estilo manual saya biasa shift up di antara putaran 2500-3000 rpm Om Satrio, tapi sebisa mungkin di 2500 rpm. Jika di putaran mesin 2000 rpm sebenarnya sudah bisa tapi akselerasinya jadi lambat, karena jika shift up di putaran segitu maka gas harus di urut pelan sekali untuk menaikan kecepatan mobil.


  • satrio
    June 5, 2015

    Iya kalo nyetirnya di Jogja. Kalo di jakarta, sekali jalan rata2 2 jam krn macet…gempor deh.


    • MasMun
      June 6, 2015

      Betul,, makanya pas banget sebetulnya pakai Wagon R AGS di jakarta, kalau untuk kota kecil diluar jakarta/bandung/surabaya kurang terasa manfaatnya.


  • satrio
    June 3, 2015

    Drive by wire? wah, terlalu canggih nih. khawatir kalo rusak onderdil nya mahal…mending manual aja, kaki pegal nggak apa drpd dompet pegal.


    • MasMun
      June 3, 2015

      Wkakak….. pakai karimun Manual nggak pegel ah, kan koplingnya enteng. :D


Add comment

Email address will not be published. Required fields are marked with


+