Test Drive Suzuki Celerio Hening dan Nyaman

0

Setelah mengulas tentang posisi harga Celerio kali ini Mas_Mun akan mengulas impresi yang muncul ketika test drive Suzuki Celerio, mencakup interior, exterior dan kenyamanan mengemudi. Kesempatan test drive dapat dilakukan di setiap dealer resmi mobil Suzuki, maka ketika sedang melakukan perawatan berkala Karimun Estilo di bengkel resmi Suzuki yang menjadi satu dengan dealer sekalian deh merasakan Celerio terbaru karena unit test drive-nya sudah tersedia yang bertransmisi otomatis CVT.

Gambar Suzuki Celerio Unit Test Drive

Gambar Suzuki Celerio Unit Test Drive

Exterior – Lebih Menarik Jika di Lihat Langsung

Ketika melihat exterior terlihat beda dengan saudaranya di kelas LCGC, body-nya lebih lebar dan tidak berbentuk mengotak kecuali lampu depannya yang terlihat kaku mengotak jika dilihat lurus dari depan. Bentuknya mungkin bukan selera setiap orang, tapi rasanya mobil ini tidak fotogenik sama sekali. Kesan yang ditimbulkannya berbeda antara dilihat langsung dan jika hanya dilihat dari foto. Mungkin karena warna pada mobil yang disediakan kurang menarik, andaikan yang disediakan untuk test drive Suzuki Celerio berwarna hitam atau silver tentu lebih elegan.

Dengan hanya melihat sekilas pun kita bisa tau bahwa dimensi Suzuki Celerio tidak setinggi Wagon R namun lebih lebar. Mobil yang muncul pertama kali saat Geneva Motor Show 2014 ini terlihat manis dan proporsional dengan velg ring 14 dan kaca belakangnya yang tidak terlihat kosong karena telah dilengkapi wiper.

Headlamp besar dan mengotak

Headlamp besar dan mengotak

Interior – Saudara Kembar Swift

Begitu masuk ke dalam mobil langsung teringat manisnya sales Suzuki dengan shirt casual, kulit putih dan alis tebalnya yang duduk di kursi sebelah, eh salah. Maaf-maaf :D . Langsung teringat dengan dashboard Suzuki all new Swift, rasanya bukanlah hal yang subjektif untuk menyimpulkan hal tersebut. Warna hitam mendominasi interior seperti halnya Suzuki Swift, hanya saja material dashboard dan bahan pembungkus jok tentu berbeda dengan milik Swift yang lebih mewah.

Dashboard Suzuki Celerio Mirip all new Swift

Dashboard Suzuki Celerio Mirip all new Swift

Bentuk setir dan ventilasi AC ditengah dashboard Suzuki Celerio pun mirip dengan yang dipakai di Swift hanya saja tanpa aksen warna silver, begitu juga head unit yang terintegrasi dengan dashboard terlihat minimalis dan rapih. Namun jika pengaturan AC pada All new Swift sudah digital pada Celerio masih konvensional model putar.

Pada pengaturan AC terdapat pilihan untuk pengaturan arah hembusan AC, yang dapat mengarahkan AC ke arah depan, arah bawah(kaki) atau atas dashboard begitu pula knob pilihan sirkulasi udara kabin. Fitur yang ada pada Suzuki Karimun Estilo dan menghilang di Wagon R kini muncul lagi pada Suzuki Celerio.

Impresi Mengemudi Suzuki Celerio

Unit test drive Suzuki Celerio yang tersedia adalah versi bertransmisi otomatis, kebetulan karena inilah fitur yang diunggulkan oleh Suzuki Indomobil pada Celerio. Layaknya transmisi Otomatis, begitu menginjak pedal rem diikuti dengan memindahkan tuas transmisi ke posisi D maka mobil langsung berjalan tanpa perlu di gas. Inilah salah satu sebab kenapa kampas rem mobil matic lebih cepat habis daripada mobil bertransmisi manual. :D

Mobil Kecil Nyaman dan Irit di perkotaan

Mobil Kecil Nyaman dan Irit di perkotaan

Begitu berjalan dengan tuas transmisi di posisi D hal yang begitu mengesankan adalah kekedapan kabinnya. Kekedapan kabinnya luar bisa isatimewa, seperti mobil di kelas sedan medium yang pernah Mas_Mun kemudikan yaitu Corolla Altis. Sebelumnya Mas_Mun sempat memuji kekedapan kabin Suzuki Karimun Wagon R AGS yang hening, namun di Celerio kekedapan kabinnya terdengar lebih baik lagi. Raungan mesin seri K10B khas 3 silinder yang digunakannya tidak terdengar lagi, jujur sangat sulit mengetahui ini adalah mobil bermesin 3 silinder jika kita sudah berada di dalam kabin. Kalau dibandingkan dengak Karimun Estilo maka perbedaan kekedapan kabinnya sangat jauh sekali. :(

Bagaimana tarikannya? Lembut khas transmisi CVT, tidak ada entakan sama sekali. Begitu coba digeber dijalan kosong putaran awalnya lambat, impresi tarikan mesin K10B tidak terasa jika dipasangkan dengan transmisi otomatis. Begitu dijalan kosong sepertinya tangan kiri ‘kurang kerjaan’, karena tidak ada yang bisa dimainkan sama sekali kecuali hanya memegang setir atau memegang tuas transmisi matik-nya tanpa perlu menggesernya. Agak terasa aneh, karena karakter tarikan mesin K10B-nya jadi tidak tergali secara penuh.

Bagi yang berjiwa muda dan senang ngebut rasanya transmisi CVT bukan pilihan yang pas, tetap lebih baik memilih versi transmisi manual toh pedal koplingnya juga termasuk ringan. Namun bagi yang jengah dengan kemacetan di ibu kota yang semakin parah ini adalah solusi yang pas. Mobil ber-cc kecil yang irit dengan transmisi CVT yang lembut dan kekedapan kabinnya yang sangat hening cocok buat transportasi harian di kota besar.

Ruang Bagasi Celerio Cukup Lega

Ruang Bagasi Celerio Cukup Lega

Begitu melewati jalan bergelombang dengan Suzuki Celerio ciri khas suara gemeruduk pada roda yang biasa timbul pada Karimun Estilo maupun Wagon R tidak terdengar lagi, benar-benar hilang. Hal ini mungkin disebabkan karena Suzuki menggunakan platform chasis dan ‘kaki-kaki’ yang benar-benar baru dan tidak dikembangkan dari basis platform Karimun.

Bagasi – Lipat kursi tetap tidak rata

Selesai test drive lalu memarkirkan kendaraan dan langsung melongok ke kabin belakang. Begitu duduk dikursi belakang terasa luas, padahal setelan kursi pengemudi di depannya adalah setelan posisi saya dengan tinggi 175 cm, yang artinya posisi duduk pengemudi tidak terlalu maju. Tapi posisi duduk dibelakangnya masih cukup luas.

Interior Suzuki Celerio Kabin Belakang Lega

Interior Suzuki Celerio Kabin Belakang Lega

Duduk di kursi belakang terasa lebih luas daripada All new Swift yang pernah Mas_Mun coba. Jika pada All new Swift duduk di kursi belakang terasa sesak namun pada Suzuki Celerio ini justru terasa lega, posisi ruang kaki dan lebar jok terkesan lebih lapang. Setelah diperhatikan sepertinya karena door trim dan busa jok milik Celerio yang digunakan tidak setebal yang digunakan pada Suzuki Swift. Kaca belakang yang sudah power window dan sabuk pengaman untuk ketiga penumpang belakang juga sudah tersedia sebagai standard keamanan.

Yang amat disayangkan adalah tidak adanya headrest kursi belakang pada mobil seharga 150 jutaan ini. Jika pada Karimun Wagon R headrest ditiadakan karena alasan ekonomis masih wajar, tapi Suzuki Celerio yang bukan termasuk katergori ‘mobil ekonomis’ terasa janggal jika pada bagian ini juga dihilangkan. Padahal headrest merupakan piranti keselamatan untuk menopang tulang leher jika terjadi benturan dari depan atau belakang dan tentu juga untuk kenyamanan. Jadi poin plus kursi belakang yang luas untuk orang dewasa itu jadi sia-sia karena ketika posisi duduk sudah nyaman, ruang kaki sudah lega tapi begitu penumpang belakang menyandarkan kepala tidak ada sandarannya.

Kursi Belakang Tidak Rata Ketika Dilipat

Kursi Belakang Tidak Rata Ketika Dilipat

Ruang bagasi memiliki penutup di bagian atasnya, jika pada Karimun Wagon R ini adalah komponen aksesoris tambahan maka pada Suzuki Celerio sudah menjadi perlengkapan standard. Iseng-iseng coba menidurkan sandaran kursi belakang yang dapat terbagi dua, dan hasilnya tidak dapat terlipat rata dengan ruang lantai bagasi, berbeda dengan kursi belakang milik Karimun Estilo yang dapat terlipat rata dengan lantai bagasi.

Kesimpulan

Overall Suzuki Clerio sangat recomended untuk mobil harian perkotaan karena peredeman kabinnya yang istimewa, suara mesin khas tiga silinder tidak lagi terdengar, bantingan suspensi yang cukup baik dan suara roda yang tidak lagi terdengar seperti pada Suzuki Karimun. Transmisi CVT -nya lembut tanpa hentakan dan mesin Suzuki Celerio menggunakan seri K10B-nya yang sudah terbukti irit. Poin minus ada pada kursi belakang yang tidak terdapat headrest, benar-benar tidak nyaman bagi penumpang dewasa yang duduk di belakang karena harus terus menahan kepala dalam posisi tegak. Tentu bukan masalah yang begitu berarti jika anda hanya mengajak anak-anak untuk duduk di kursi belakang Suzuki Celerio.

Topik: Mengemudi | Tagged , , , Test drive suzuki celerio, celerio recomended gak?, Kabin suzuki celerio lebih hening, tes kelayakan suzuki celerio, test ride celerio.

Add comment

Email address will not be published. Required fields are marked with


+