Pengujian HCS Alat Penghemat BBM Mobil

2

Ketika browsing kebetulan Mas_Mun melihat iklan di salah satu forum terbesar di Indonesia yang menawarkan alat penghemat bbm mobil. Umur thread-nya sudah cukup lama dan banyak sekali testimoni positif yang diutarakan. Alih-alih langsung percaya, Mas_Mun menawarkan diri untuk mengetes alat tersebut kepada sang penjual, namun apa boleh buat tidak ada tanggapan sama sekali dari sang penjual. Begitu diperhatikan lebih seksama ternyata tidak ada part khusus yang dibutuhkan untuk membuat alat penghemat bensin yang oleh penjualnya diberi nama HCS tersebut, maka Mas_Mun memutuskan untuk membuat sendiri. (Note: anda dapat melompat ke paragraf Kesimpulan jika ingin langsung mengetahui hasilnya)

Skema Pemasangan HCS Penghemat BBM Mobil

Skema Pemasangan HCS Penghemat BBM Mobil

Cara Kerja HCS yang menurut penjualnya merupakan kepanjangan dari Hydrocarbon Crack Sytem adalah dengan memecah senyawa Hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari unsur atom hidrogen(H) dan karbon(C). Secara sederhana bensin tersusun dari hidrokarbon rantai lurus, mulai dari C7(heptana) sampai dengan C11. Jadi bensin hanya terbuat dari molekul hidrogen dan karbon yang terikat antara satu dengan yang lainnya sehingga membentuk rantai ikatan. Berdasarkan susunan ikatannya senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik yang rantai karbon-nya terbuka dan memungkinkan bercabang. Sedangkan senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai karbon(C)-nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. Semakin bertambah panjang rantai hidrokarbon maka akan menaikan titik didihnya. Salah satu rekayasa yang dapat dilakukan terhadap senyawa hidrokarbon adalah Cracking atau perekahan. Cracking bertujuan untuk memutus rantai karbon menjadi susunan rantai yang lebih pendek, caranya adalah dengan cara dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa unsur oksigen.

Oke paragaraf di atas hanyalah penjelasan mengenai hidrokarbon yang Mas_Mun copas dari sumber-sumber nggak jelas. Jika Pemirsah sedikit pusing setelah membaca paragraf di atas, berarti anda normal dan kita sama. :D Inti cara kerja dari alat penghemat BBM HCS ini hanya uap bensin yang dipanaskan. That’s it! Jadi lupakan saja bagaimana susunan rantai unsur H dan C. Lalu bagaimana tau bahwa ini dapat bekerja efektif jika tidak menggunakan pendekatan teori ilimiah? Kita akan gunakan pengujian hasil akhir yaitu dengan melihat perubahan ratio campuran bahan bakar + udara.

Cara Pemasangan Alat Penghemat BBM

Cara Pemasangan Alat Penghemat BBM

Yang Dibutuhkan Untuk Membuat HCS

Alat-alat yang dibutuhkan untuk penghemat bahan bakar HCS adalah selang kecil untuk menyalurkan uap, tabung aluminium sebagi wadah bensin, heated tube(pemanas yang direkatkan dengan exhaust manifold), three way joint untuk percabangan selang, VSV(Vacuum Switching Valve) untuk mengatur buka/tutup saluran uap bensin yang dikontrol dari kabin. VSV menggantikan komponen keran seperti yang digunakan oleh sang penjual.

Konstruksinya adalah tabung aluminium diletakkan dalam ruang mesin, gunakan dudukan besi agar kokoh. Dari tutup tabung tersebut dibuat saluran menggunakan selang menuju heated tube. Heated tube tersebut direkatkan ke exhaust atau downpipe. Karena sama-sama terbuat dari bahan konduktor maka panas dari exhaust akan merambat ke heated tube, uap bensin yang melewati heated tube itu akan dipanaskan dan tersedot ke mesin melalui intake manifold. Agar tidak perlu melubangi intake manifold maka gunakan jalur selang pernafasan mesin yang menuju intake manifold, tambahkan three way point(percabangan) di selang pernafasan mesin tersebut untuk akses selang uap bensin yang dari arah heated tube(Lihat gambar pertama paling atas).

Uap Bensin Dipanaskan Memanfaatkan Panas Exhaust

Uap Bensin Dipanaskan Memanfaatkan Panas Exhaust

 

Uap bensin yang telah dipanaskan itu kemudian akan bergabung dengan campuran udara dan bensin sebagai bahan pembakaran di dalam mesin. Untuk mengaktifkan atau me-non aktifkan HCS cukup dengan menekan tombol dari dashboard yang terhubung dengan VSV. Ketika aktif VSV akan membuka saluran uap bensin dan begitu pula sebaliknya.

Hasil Pengujian dan Dampaknya Pada Mesin Mobil

Pengujian Hasil Sebelum dan Sesudah Pemasangan HCS

Pengujian Hasil Sebelum dan Sesudah Pemasangan HCS

Setelah pemsangan selesai kami menguji hasil pembakaran mesin menggunakan Suzuki Diagnostic Tool(SDT). Parameter yang dilihat adalah Total Fuel Trim. Kondisi setelah diaktifkan maka angkanya melonjak, logikanya saat sensor oksigen mendeteksi campuran yang gemuk(terlalu kaya bahan bakar) maka suplai bahan bakar akan dikurangi, itu berarti konsumsi bensin menjadi lebih irit. Sedangkan dari sisi performa memang power mesin diputaran bawah lebih terasa tarikannya.

Kesimpulan

Mas_Mun pernah membahas salah satu kontrol emisi pada mobil Suzuki Karimun yang menyaring dan menyalurkan uap dari tangki bensin agar ikut dalam pembakaran di mesin, tujuannya untuk mengurangi emisi uap bensin ke udara(baca di sini: Mengenal Evap Canister). Namun dengan HCS ini gas atau uap bensin yang dianggap sebagai emisi justru dipanaskan dan disalurkan masuk ke dalam mesin sebagai campuran bahan bakar, dan memberi dampak positif dalam pembakaran mesin sehingga konsumsi bensin dapat lebih hemat dan tarikan diputaran bawah terasa lebih baik.

Topik: Mesin | Tagged hcs mobil, alat penghemat bbm mobil injeksi, alat penghemat bbm mobil, pemasangan hcs pada mobil, cara membuat hcs.

2 comments
  • arifin
    April 17, 2016

    dh di buat masal kah ^_^


    • MasMun
      April 18, 2016

      Di Kaskus sudah ada yang jual dari dulu mas Arifin. Coba cari aja di KasKus: HCS penghemat BBM pak Bin.


Add comment

Email address will not be published. Required fields are marked with


+