Kelebihan dan Kekurangan Mobil Berpenggerak Roda Depan

2
Perbandingan-Front-and-Rear-Wheel-Drive

Perbandingan-Front-and-Rear-Wheel-Drive

Perlu diketahui bahwa walaupun hampir seluruh posisi mesin mobil terletak di depan tapi berdasarkan penggerak roda maka mobil dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu gerak roda depan(front wheel drive), gerak roda belakang(rear wheel drive) dan gerak permanen 4 roda depan dan belakang(All wheel drive). Lalu apa sih yang dimaksud berpengerak itu? Jadi walaupun mobil memliki 4 roda namun mayoritas mobil hanya 2 rodanya saja yang digunakan untuk menyalurkan tenaga dari mesin sehingga dapat menggerakkan mobil, 2 roda lainnya hanya ikut berputar saja(kecuali mobil all wheel drive). Jika mobil berpenggerak roda depan, maka roda belakang hanya ikut berputar dan begitu pula sebaliknya.

Bagi pengendara awam mungkin tidak akan mengetahui bahwa mobilnya berpenggerak roda depan atau belakang, apalagi jika lebih sering mengemudi di jalanan perkotaan yang kontur jalannya datar dan berkecepatan rendah. Namun begitu keluar kota misalkan ke medan pengunungan baru akan sadar mobil dengan karakter berpenggerak roda depan berbeda dengan yang berpenggerak roda belakang.

Karakter Mobil Front Wheel Drive

Daftar mobil Suzuki berpenggerak roda depan: Suzuki Baleno, SX4(lokal), Swift, Ertiga, semua tipe Karimun, Ciaz, Ignis.

Daftar mobil Suzuki berpenggerak roda belakang: Suzuki APV, Carry, Katana, Grand Vitara dan Toyota Avanza(eh salah). :D

Mobil berpenggerak roda depan atau front wheel drive biasanya lebih irit bahan bakar, hal itu disebabkan oleh faktor mechanical losses yang lebih sedikit. Semakin panjang proses penyaluran tenaga dari sumbernya yaitu mesin ke roda maka kerugian mekanis yang dihasilkan akan semakin besar. Selain itu karena tidak terdapat komponen penyalur tenaga ke roda belakang seperti kopel dan gardan maka bobot mobil penggerak roda depan juga lebih ringan.

Tetap Ada Kekurangannya

Ban depan mobil lebih cepat habis. Dari banyak pemilik mobil berpnggerak roda depan yang Mas_Mun amati jika pemilik mobil sama sekali tidak perhatian dengan mobilnya maka ban depan akan lebih cepat habis/aus dibanding mobil berpenggerak roda belakang. Hal itu disebabkan karena rem, kontrol arah mobil dan laju mobil sangat mengandalkan kedua roda depan, sehingga ban depan lebih bekerja keras sehingga akan cepat aus. Karena itu pemilik perlu untuk memberi perhatian pada mobilnya dengan melalukan rotasi ban setiap  10.000 kilometer, agar semua ban lebih merata tingkat ke-ausan-nya.

Salah satu kekurangan lain mobil berpenggerak roda depan adalah kurang unggul di medan perbukitan, terlebih jika jalan di medan perbukitan itu adalah jalan tanah atau berpasir. Pada saat kondisi jalan datar traksi ban depan mobil akan cukup baik karena bobot mobil terpusat di bagian depan, namun dalam kondisi menanjak apalagi ditambah kondisi muatan penuh maka traksi(daya cengkram ban ke permukaan jalan) ban belakang akan lebih baik dibandingkan traksi ban depan.

Seluruh City Car Menggunakan Penggerak Roda Depan

Seluruh City Car Menggunakan Penggerak Roda Depan

Tips Mengahadapi Tanjakan Dengan Mobil Berpenggerak Roda Depan:

Jika permukaan jalan menanjak yang anda hadapi masih berupa aspal yang mulus tentu tidak ada masalah, hanya saja jangan sampai menginjak pedal gas terlalu besar karena dapat menyebabkan ban depan berputar di tempat(spin). Putaran mesin antara 1000-1600 Rpm sudah cukup untuk mobil city car 1000 cc bergerak ditanjakan, apalagi mobil dengan kapasitas mesin yang lebih besar dengan putaran mesin 1000 Rpm pun sudah dapat membuat mobil berjalan di tanjakan.

Namun jika medan tanjakan yang anda hadapi bukanlah merupakan jalan aspal mulus, melainkan seperti jalan perbukitan yang berpasir dan dengan kondisi mobil bermuatan penuh(seperti pada momen mudik lebaran) maka ada baiknya perhatikan bebeberapa tips berikut ini:

  1. Jangan berhenti di tengah tanjakan.
    Jika jalanan padat yang mengaharuskan untuk berhenti jangan berhenti ditengah tanjakan, lebih baik berhenti sebelum tanjakan. Resikonya anda akan di klakson dari belakang untuk maju namun abaikan saja. Begitu anda yakin jalan menanjak tersebut sudah kosong baru hadapi tanjakan tersebut dan ambilah ancang-anacang dari bawah sebelum anjakan bukan di tengah tanjakan.
  2. Distirbusi bobot, maksimalkan bobot di depan.
    Pastikan kursi penumpang depan terisi ketika mobil penuh hal ini dapat membantu menambah traksi roda depan walaupun tidak signifikan. Penumapang dan barang yang penuh di bagian belakang mobil akan semakin mengurangi traksi roda depan karena bobot lebih tertumpu di roda belakang.
  3. Jangan menggas berlebihan.
    Jika pada saat menanajak terasa traksi ban sudah berkurang ditandai dengan mesin meraung kencang dalam posisi gigi masuk namun laju mobil tidak bertambah, jangan semakin di injak dalam-dalam pedal gasnya karena akan semakin selip, coba jalankan mobil sambil memutar setir ke arah kiri dan kanan bergantian. Teknik ini terbukti saat Mas_Mun melakukan perjalanan ke New Selo di kaki gunung Merapi
  4. Kurangi tekanan angin ban depan.
    Jika dirasa medan menanjak yang harus dilalui terlalu licin bisa dikurangi sedikit tekan angin ban depan, dengan begitu permukaan ban depan yang bersentuhan dengan tanah akan semakin banyak. Namun begitu kembali ke jalanan aspal maka tekanan angin harus segera kembali ditambah, karena jika tidak gesekan ban dengan aspal akan membuat ban lebih panas dibanding ketika tekanan ban normal.
    Semoga bermanfaat :D

Topik: Mengemudi | Tagged , , mobil penggerak roda depan, kelemahan dari mesin depan penggerak depan, kelebihan dan kekurangan gardan penggerak roda depan, kelebihan mobil penggerak roda depan, mobil berpenggerak roda depan.

2 comments
  • gerald
    September 1, 2016

    Mas mun, kalo misalkan fwd sama rwd 0-100 km/h mana lebih cepat kalo misalnya psnya sama berat bobotnya juga sama?


    • MasMun
      September 2, 2016

      Mengesampingkan faktor roda selip dan gear rasio maka akan lebih cepet FWD.


Add comment

Email address will not be published. Required fields are marked with


+