Perhitungan Denda Pajak Mobil dan Motor Terbaru 2016

4

Denda pajak mobil dan motor tidak dapat dihindari ketika kita telat membayar pajak tahunan kendaraan bermotor, kali ini akan kita ulas cara menghitung denda tersebut. Selain butuh anggaran untuk perawatan berupa perbaikan ataupun service berkala, sebagai pemilik kendaraan bermotor juga perlu untuk mengangarkan pengeluaran untuk pajak tahunan. Oleh karena itu sebaiknya jangan sampai telat ketika membayar kewajiban tersebut, karena kalau telat dua hari saja bisa membuat pengeluran kita membengkak karena perhitungan presentase denda pajak kendaraan bermotor saat ini semakin besar.

Perhitungan Pajak Kendaraan Motor Yang Telat Bayar

Perhitungan Pajak Kendaraan Motor Yang Telat Bayar

Sesungguhnya denda pajak mobil yang diberlakukan pemerintah dibuat dengan tujuan agar pendapatan untuk pembangunan infrastruktur jalan tidak terhambat. Kalau dulu telat bayar pajak tahunan mobil atau motor penaltinya sangat kecil. Akibatnya banyak pemilik kendaraan yang dengan sengaja telat membayar pajak tahunan, atau ada pula yang berpikir untuk membayar pajak tahunan sekaligus pada saat perpanjangan STNK yaitu lima tahun sekali! Bisa dibayangkan akibatnya, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur tiap tahun tersendat dan justru baru terkumpul ditahun kelima.

Tapi jangan coba-coba saat ini untuk telat membayar kewajiban tahunan tersebut karena perhitungan denda pajak mobil dan motor semakin besar. Jika dulu menurut info dari DIV Humas POLRI penalti dihitung berdasarkan perhitungan tahunan sebesar 25%. Masksudnya jika terlambat setahun maka besarnya denda pajak mobil dan motor yang wajib dibayar sebesar 25% dari pajak tahunan, jika terlambat selama 6 bulan berarti denda yang perlu dibayarkan hanya 12,5% atau jika keterlambatan hanya selama 3 bulan berarti denda yang perlu dibayarkan hanya 6.25%.

Tapi sekarang ditahun 2016 perhitungan denda pajak mobil dan motor sudah berubah, anda telat 2 hari dari tanggal jatuh tempo maka denda yang dikenakan langsung sebesar 25%. Dan jika keterlambatan lebih dari satu bulan, maka ada tambahan 2% dari pokok pajak yang diabaikan setiap bulannya dan maksimal denda telat pajak itu 48%.

Baca Juga Artikel: Cek Plat Nomor Kendaraan Secara Online

TOLERANSI KETERLAMBTAN PEMBAYARAN PKB

Walaupun penalti yang dikenakan lebih besar namun sebetulnya pemerintah masih memberikan toleransi denda pajak kendaraan bermotor, toleransi itu selama 1 hari kerja dari tanggal hari terakhir batas pembayaran. Contoh: Misalkan jatuh tempo bayar pajak mobil atau motor adalah tanggal 22 hari senin jadi ada toleransi 1 hari kerja, sehingga penalti keterlambatan baru akan dikenakan jika kita baru membayarnya pada hari rabu tanggal 24.

Namun jika tanggal batas akhir pembayaran pajak mobil bekas pada hari Sabtu, maka penalti baru akan mulai dihitung mulai hari Selasa. Hal itu mengingat hari Minggu ialah hari libur sehingga tidak masuk perhitungan toleransi hari. Agar lebih mudah memahami, intinya adalah jika terlambat dua hari kerja masuk hitungan denda 1 bulan pertama, dan jika terlambat 1 bulan lewat 1 hari maka denda akan dihitung dua bulan! Lalu bagaimana perhitungan penalti pajak mobil atau motor jika lebih dari dua bulan?

RUMUS PERHITUNGAN DENDA PAJAK MOBIL& MOTOR

Keterangan:
PKB= Pajak Kendaraan Bermotor
SWDKLLJ= Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan
**Yang dimaksud dengan denda pajak adalah penalti keterlambatan hanya dari Pajak Kendaraan Bermotor(PKB). Namun setiap keterlambatan pembayaran PKB tentu diikuti dengan keterlambatan pembayaran SWDKLLJ. Jika denda PKB dihitung berdasarakan kelipatan bulan, maka denda SWDKLLJ nilainya fix per tahun sebesar yang kami tuliskan pada point 4 di bawah ini.

  1. Denda PKB= Keterlambatan 2hari – 1bulan= 25%
  2. Keterlambatan lebih dari 1 bulan= 25% + ((jumlah bulan terlambat-1) x 2%).
  3. Perhitungan maksimal 48 bulan tetrlambat, lebih dari 48 bulan tetap di kali 48.
  4. Denda SWDKLLJ= Mobil Rp 100.000 dan motor Rp 35.000
Contoh kasus: Mobil Suzuki Karimun Estilo terlambat bayar pajak 5 hari:
Rincian Denda Pajak Mobil Tercantum Bukit Pembayaran

Rincian Denda Pajak Mobil Tercantum Bukit Pembayaran

  1. Pokok PKB= Rp 1.527.800
  2. Pokok SWDKLLJ= Rp 143.000
  3. Denda PKB= 25% x Rp 1.527.800= 382.000 (dibulatkan).
  4. Denda SWDKLLJ= Rp 100.000

Total Pokok= Rp 1.670.800
Total Denda= Rp 482.000

Contoh kasus: Motor Honda Supra terlambat bayar pajak 8 bulan:
  1. Pokok PKB= Rp 100.500
  2. Pokok SWDKLLJ= 35.000
  3. Denda PKB= (100.500 x 25%) + (100.500 x 7 x 2%)= Rp 39.200 (dibulatkan).
  4. Denda SWDKLLJ=  Rp 32.000

Total Pokok= Rp 135.500
Total Denda= Rp 71.200

Kesimpulan: Kisaran besarnya denda pajak mobil dan motor berada antara 25% – 48% dari pokok pajak, bahkan jika anda terlambat dua hari saja langsung terkena penalti sebesar 25%. Perlu dicatat, itu baru denda pajak belum denda SWDKLLJ dari Jasa Raharja, penghapusan denda pajak pada momen tertentu yang biasa diselenggarakan oleh Pemprov/pemkot bukan berarti termasuk penghapusan penalti SWDKLLJ!

Perhitungan penalti bagi pemilik kendaraan roda dua(motor) mungkin tidak terlalu terasa karena pajaknya yang kecil. Namun bagi pemilik kendaraan roda empat denda pajak mobil cukup terasa karena jika pajak pokok tahunan-nya sebesar 1,6 juta rupaiah saja maka dendanya sebesar 400ribu.

Topik: Mobkas | Tagged , , denda pajak motor 2016, denda pajak motor, denda pajak mobil, denda pajak kendaraan bermotor, denda pajak stnk 2016.

4 comments
  • yangjujur
    November 11, 2016

    Sudah pajak berlapis. Dendanya langsung 25%. Tidak dimulai dari 5/10%. Bener2 luar biasa mencekik leher. Dijalan kena serempet bayar sendiri2. Blom yg nyerempet malah minta ganti rugi. Entah pajak menguap kemana.. selalu kurang…


    • MasMun
      November 14, 2016

      Hehehe,,, ya begitulah mas. :D


  • Onky
    October 25, 2016

    Kalo pelayanan kurang memuaskan protes aja kita udah byar mahal2 kok


    • MasMun
      October 26, 2016

      Betul,, bisa tulis surat pembaca ke koran lokal atau langsung ke SAMSAT terkait saja.


Add comment

Email address will not be published. Required fields are marked with


+