Review Datsun Go Panca: Mobil Ini Mempermainkan Saya

0
Body kit Datsun Go Panca Terlihat Menarik

Body kit Datsun Go Panca Terlihat Menarik

Ketika menilai sebuah mobil maka penilaian pertama tentu akan dimulai dari bentuk bodynya, begitu pula ketika Mas_Mun mereview Datsun Go Panca ini. Walalupun belakangan isu tidak sedap tentang keselamatan berkendara menghamipiri mobil ini namun kesan itu pupus begitu melihat body mobil ini dari dekat, lekukan bodynya begitu menarik dan modern. Terlebih yang kami review kali ini adalah varian tertinggi yaitu Datsun GO T Active yang standarnya telah dilengkapi dengan body kit, selain itu pemiliknya pun sudah mengganti rodanya dengan velg berdiameter 15 inch sehingga terlihat lebih menarik.

Dari sisi eksterior bentuk lampu dan grille depan yang dibingkai lapisan chrome cukup tebal terlihat menarik, tidak berlebihan karena hal tersebut didukung pula dengan lekukan manis pada body belakang mobil yang dapat menampung lima penumpang ini. Selain hal tersebut layaknya mobil LCGC tidak banyak orname berwarna chrome yang menempel pada body luar selain pada frame grille itu sendiri dan logo Datsun dibagian depan dan belakang.

Tampak Depan Datsun Go Panca Begitu Menarik

Tampak Depan Datsun Go Panca Begitu Menarik

Perbedaan Datsun Go T Active Telah Dilengkapi Bodykit

Perbedaan Datsun Go T Active Telah Dilengkapi Bodykit

Karena ini adalah varian tertinggi dari Datsun GO Panca maka standarnya sudah dilengkapi dengan body kit yang sangat pas di bagian bawah bemper depan, bemper belakang, dan side under spoiler di sisi bawah kanan-kiri mobil. Namun ini justru menciptakan sedikit kejanggalan, hatchback dengan dimensi yang mirip sekali dengan Toyota Yaris generasi pertama dan sudah dilengkapi dengan body kit di “sekujur tubuhnya” hanya menggunakan ban dengan profil 155/75 R13 dalam kondisi standar. Profil ban mobil yang sebenarnya hanya pantas untuk mobil seukuran Suzuki Karimun. Maka tidak heran sang pemilik langsung menggantinya dengan velg yang lebih besar 2 inch dan ban yang berukuran 185/65 R15 sehingga mobil tampak lebih proporsional dengan “sepatu” barunya.

Kesan Memasuki Kabin Datsun Go Panca

Kenapa pada bagian judul artikel ini kami katakan bahwa mobil ini mempermainkan kami? Karena kesan yang dihadirkan Datsun Go ini seperti membolak-balik perasaan antara kekecewaan dan kekaguman. Desain exteriornya begitu menarik, dimensi body yang seukuran Toyota Yaris lawas tergolong besar untuk mobil LCGC dan varian T Active ini sudah dilengkapi dengan body kit membuat kami kagum akan desain eksteriornya dibanding rival-rivalnya dikelas LCGC, namun kekaguman ini berganti dengan kekecewaan begitu kami memasuki kabinnya.

Hal pertama ketika menutup pintu, Mas_Mun ulangi sampai dua kali karena tidak percaya dengan suara yang ditimbulkannya, begitu aneh. Dan ketika diamati lebih detail betul saja ternyata material bodynya cukup tipis sehingga suara yang dihasilkan cukup aneh bagi yang belum terbiasa. Mungkin dari hal material rangka dan body yang terlalu tipis inilah yang menjadi isu utama Datsun dalam hal keselamatan berkendara.

Kekecewaan berlanjut setelah pintu ditutup, ruang kaki pengemudi dirasa cukup sempit. Bagaimana mungkin mobil dengan dimensi yang lebih lebar dari pada Karimun Estilo ataupun Karimun Wagon R ini terasa sempit pada ruang kaki bagian depan? Setelah kami amati ternyata posisi switch power window di door trim dan posisi tuas rem tangan begitu menyita ruang disisi kanan dan kiri dengkul sehingga terasa sempit.

Tachometer Digital berukuran Kecil Sudah Dilengkapi MID

Tachometer Digital berukuran Kecil Sudah Dilengkapi MID

Begitu melihat panel instrumen kekecewan pun lagi-lagi berlanjut, tachometer atau beberapa orang menyebutnya dengan rpm meter ditampilkan dalam display digital yang begitu kecil, persis seperti yang ada pada Nissan Evalia. Dengan tampilan tachometer seperti ini membuat pengemudi membutuhkan fokus lebih untuk dapat memantau putaran mesin. Sebenarnya Toyota Cressida, Mazda Interplay diawal era 90-an dan Suzuki Aerio pada varian awal juga pernah menggunakan tachometer seperti ini namun pada akhirnya kembali menggunakan tachomter jenis analog yang menggunakan jarum. Itu pun tampilannya jauh lebih besar daripada tachometer digital milik Datsun Go yang terlalu imut ini.

Sudah cukup kecewanya? Belum. Begitu ingin menyetel kaca spion di sebelah kiri kami paham mobil ini masih menggunakan kaca spion manual sehingga perlu untuk membuka kaca pintu sebelah kiri terlebih dahulu. Namun ketika mencari tombol power window kaca pintu kiri di sisi pengemudi tidak ada, di pintu pengemudi hanya ada 1 tombol yaitu tombol power window untuk kaca sebelah kanan. Dan akhirnya sebagai mahluk sosial kami pun menuggu penumpang naik dan meminta tolong penumpang yang berada disebelah kiri untuk menyetel posisi arah kaca spion sesuai dengan yang kami kehendaki. :(

Impersi Mengemudi Datsun GO Antara Kecewa & Kagum

Begitu duduk dibalik setir Datsun Go dan mulai menjalankan mobil, kekecewaan semakin terlengkapi dengan posisi mengemudi yang begitu aneh untuk sebuah mobil hatchback. Mobil ini rendah layaknya mobil hatchback lainnya, tapi posisi mengemudinya seperti mengemudiakan sebuah minibus. Ya minibus Daihatsu Gran Max lebih tepatnya. Posisi setir terlalu tinggi dan sebagai sebuah mobil LCGC tentu tidak ada fitur Tilt Steering untu mengatur ketinggian posisi setir, begitu pula dengan tuas transmisi posisinya terlalu menjorok ke depan dan menurut kami juga terlalu tinggi.

Posisi rem tangan? Ah sudahlah, yang jelas jenis rem tangan seperti ini mengingatkan Mas_Mun saat belajar mengemudi hampir dua puluh tahun yang lalu dengan Toyota Kijang Super.

Ruang Kaki Pengemudi Terasa Sempit

Ruang Kaki Pengemudi Terasa Sempit

Bagaimana penilaian mengemudikan Datsun GO Panca ini? Dimulai dengan menjalankan mobil perlahan dijalan kampung yang tidak mulus sambil dipenuhi kekecewaan sebelumnya harus kami telan. Namun rasa kecewa itu mulai sedikit terkikis begitu merasakan bantingan suspensi Datsun Go yang cukup baik. Karena penasaran maka kecepatan mobil sedikit ditambah untuk merasakan bantingan suspensi Datsun ini ketika melewati jalan rusak sambil menaikan kecepatan dan posisi transmisi ke gigi 2, ternyata ayunan suspensi yang dirasakan tetap nyaman. Kenyamanan ini semakin didukung dengan penggantian ukuran velg yang 2 inch lebih besar dari standardnya, namun ban yang digunakan masih tergolong berprofil tebal yaitu 65 sehingga tetap nyaman ketika melewati jalan yang rusak. Tidak terasa kekecewaan yang sebelumnya kami alami kembali berganti menjadi kekaguman.

Bagaimana dengan performa mesin HR12DE yang digunakan oleh Datsun Go + dan Datsun Go T Active ini? Diluar dugaan ternyata tarikannya enteng dan terasa menyenangkan untuk di geber. Bahkan ketika berakselerasi di gigi 1, 2 dan 3 rasanya begitu responsif, terasa lebih responsif dari pada Suzuki Karimun. Lagi-lagi rasa kagum kembali hadir dan mengikis kekecewan yang lebih dahulu muncul.

Mesin Datsun Go Panca HR12DE 3 Silinder Bertenaga 68ps

Mesin Datsun Go Panca HR12DE 3 Silinder Bertenaga 68ps

Mesin HR12DE 3-silinder yang digunakan Datsun GO adalah mesin yang sama dengan yang digunakan oleh Nissan March tipe 1.2L, namun mapping ECM keduanya berbeda sehingga tenaga yang dihasilkan pun berbeda. Jika mesin Nissan March 1.2 M/T dapat menghasilkan tenaga sebesar 76ps di 6000 rpm maka Datsun Go hanya mampu mengasilkan tenaga maksimal sebesar 68 Ps pada 5000 rpm dan torsi sebesar 104 Nm pada putaran mesin 4000 rpm.

Akomodasi dan Kelengkapan Fitur

Dimensi bodynya yang cukup besar kurang dapat dirasakan jika kita duduk di dalam kabin, ruang kaki-nya cukupan walau tidak terlalu luas. Setelah dicermati ternyata hal itu disebabkan karena ruang bagasi yang sangat lega, walaupun pada sisi kiri dan kanan sudah tersita tonjolan ruang roda belakang yang cukup besar.

JVC KD-X110 Tanpa Slot CD Dengan Soket USB

JVC KD-X110 Tanpa Slot CD Tapi Tersedia Soket USB

Bagaimana dengan fitur Datsun Go T Active? Sebagai tipe tertinggi sound systemnya sudah menggunakan head unit JVC tipe KD-X110 yang dilengkapi  soket Aux in dan USB, namun slot CD tidak terdapat pada head unit yang digunakan oleh Datsun T Option dan T Active ini. Power Window layaknya pada Wagon R hanya terdapat di pintu depan, begitu pula dengan head rest kursi belakang yang ditiadakan. Laci di bagian bawah dashboard sebelah kiri tanpa tutup dan untungnya sudah lengkapi socket 12 volt dan AC untuk semua tipe Datsun Go Panca.

Kesimpulan

Datsun Go Panca ini adalah mobil dengan desain body yang menarik, berbeda dengan Datsun Go + yang lebih panjang sehingga terlihat kurang sporty. Desain Go Panca terlebih tipe T Active yang telah dilengkapi body kit tampak jauh lebih sporty dan menarik, sekalipun bila dibandingkan dengan Toyota Agya dan Karimun Wagon R. Namun desain yang menarik itu tidak diimbangi dengan material body yang digunakan. Pada saat menutup pintu terlebih pada saat menutup kap mesin suaranya yang dihasilkan mencerminkan penggunaan material yang tipis.

Hal itu dibuktikan dari data spesifikasi, mobil ini hanya memiliki bobot kosong seberat 785 kilogram. Dimensi body yang dimilki Datsun Go Panca hanya berbeda sedikit dari Toyota Yaris lama namun bobot yang dimiliki cukup ringan, bahkan lebih ringan 50 kilogram daripada Karimun Wagon R Matic yang berdimensi lebih kecil.

Penghematan Tidak Ada Handel Grip di Plafon

Penghematan Tidak Ada Handel Grip di Plafon

Ada satu hal yang membuat kami berkesimpulan bahwa Datsun(atau lebih tepatnya Nissan) berupaya menciptakan penghematan yang luar biasa besar pada mobil ini, yaitu dihilangkannya handel grip dibagian sisi plafon(roof lining) mobil. Hal ini disadari ketika Mas_Mun berpindah ke kursi penumpang depan dan begitu ingin menggapai handel tersebut ternyata tidak ada di bagian atas pintu. Apa iya harus pasang handel grip sendiri padahal harga suku cadang handel tersebut pada Karimun Estilo tidak lebih dari Rp 18.200 perbuhanya?

Tapi diluar kekurangan-kekurangan tersebut bantingan suspensi yang dimiliki Datsun Go Panca terasa nyaman untuk mobil sekelas LCGC dan performa mesinnya yang cukup responsif sehingga ketika berakselerasi terasa bergitu menyenangkan. Kami tidak mengetes konsumsi bahan bakarnya secara pasti namun pada saat kami tes dengan berbagai gaya mengemudi layar MID Datsun Go panca menunjukan range konsumsi bahan bakar antara 11-14 kilometer/liter, termasuk mobil irit mengingat kapasitas mesinnya 1200 cc dan dikemudikan dengan gaya mengemudi yang tidak ekonomis.

Diffuser Datsun Go T Active Sebagai Pemanis

Diffuser Datsun Go T Active Sebagai Pemanis Bagian Belakang

Jadi jika desain exterior, kenyamanan suspensi juga mesin yang irit namun berperforma baik adalah pertimbangan anda memilih mobil maka Datsun Go Panca adalah pilihan yang tepat. Tapi jika kelengkapan fitur seperti electric mirror, power window pada empat pintu, head rest kursi belakang dan material body yang lebih tebal sehingga lebih aman menjadi pertimbangan anda maka itu semua tidak terdapat pada Datsun Go Panca ini, bahkan pada varian tertinggi sekalipun.

Topik: Mengemudi | Tagged , review datsungo panca t, review datsun go panca, foto ruang bakar datsun go, kecewa datsun go, review datsun go.

Add comment

Email address will not be published. Required fields are marked with


+