Perhatikan Kekurangan Xpander Ini Sebelum Anda Beli

0
Mitsubishi Xpander Ultimate

Mitsubishi Xpander Ultimate

Perhatikan Kekurangan Mitsubishi Xpander Ini Sebelum Anda Beli – Setelah diluncurkan dua tahun yang lalu kini pamor kendaraan andalan Mitsubishi di kelas LMPV(Low MPV) ini semakin sukses di pasar Indonesia. Xpander adalah satu-satunya mobil keluarga yang sempat “mengacak-ngacak” penjualan MPV sejuta umat, yaitu siapa lagi kalau bukan Toyota Avanza. Hal itu terjadi dalam beberap bulan di tahun 2018 dan tren tersebut terjadi juga di awal 2019 ini(Sumber: Gridoto). Mitsubishi Xpander memiliki desain yang maskulin, agresif dan futuristik membuat standard baru dalam sebuah desain di kelas LMPV. begitu juga dengan fitur-fitur tambahannya yang merupakan paling lengkap di kelasnya. Tidak heran dulu pada saat awal diluncurkan pihak Mitsubishi Indonesia menerima SPK(surat pemesanan kendaraan) hingga 30.000 lebih dan konsumen baru bisa menerima unit xpander setelah empat bulan. Hihi ngeri, bahkan di tahun 2019 ini walaupun inden mobilnya sudah tidak selama itu tapi dalam hal diskon Mitsubishi terkenal pelit untuk porduknya yang satu ini. Hal tersebut tentu karena permintaannya yang terus membeludak, Namun dengan permintaan yang segitu banyak apakah Mas Bro sekalian sudah tau beberapa  Kekurangan Mitsubishi Xpander yang sering dikeluhkan oleh pemiliknya?

Mitsubishi Xpander menggunkana tipe chasis Monochoke(jadi satu dengan body), penggerak roda depan, menggunakan mesin 1500 cc DOHC 16 katup MIVEC. Kode mesin Xpander adalah 4A91 yang kata pihak Mitsubishi seperti dikutip dari Otomotifnet.com, mesin tersebut merupakan pengembangan baru. Penerapan teknologi khas Mitsubishi yang diberi nama MIVEC kepanjangan dari Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control system, juga penggunaan rantai keteng sebagai penggerak double camshaft-nya membutnya lebih minim perawatan dari sisi mesin dibanding jika menggunakan timing belt. Belum lagi garansi 3 tahun atau 100ribu kilometer untuk bagian ini, membuat bagian mesin bukanlah kekurangan dari Mitsubishi Xpander sesungguhnya. Lalu bagian mana saja yang merupakan kekurangannya?

Tidak Ada Kekurangan Xpander Dari Sisi Exterior

Tidak Ada Kekurangan Xpander Dari Sisi Exterior

Namanya juga jenis mobil tipe baru, tidak ayal tentu terdapat beberapan kekurangan pada Mitsubishi Xpander ini. Kekurangannya  itu bisa berupa yang bersifat mendasar sehingga dirasakan oleh hampir setiap pemilik Xpander, namun bisa juga kekurangan yang bersifat subjektif. Kekurangan mendasar itu bisa karena kelemahan sebuah komponen yang sudah pasti akan menjadi bahan evaluasi oleh Krama Yudha Tiga Berlian selaku pihak Mitsubishi di Indonesia. Kekurangan yang bersifat subjektif biasanya dirasakan oleh pemiliknya karena sang pemilik membandingkan dengan kenyamanan mobil yang pernah dimiliki sebelumnya. Lalu apa saja yang menjadi kekurangan Mitsubishi Xpander?

Berikut daftar kekurangan Xpander yang kami Rangkum:

Lampu Utama Kurang Terang

Lampu utama Mitsubishi Xpande masih menggunakan bohlam biasa tipe halogen sehingga bagi beberapa pengguna terasa pencahayaan-nya kurang terang pada malam hari. Terlebih pada generasi awal kaca depan Xpander dari pabrik sudah terpasang kaca film dengan tingkat kegelapan 40%, kalau siang hari tentu terasa nyaman, namun akibatnya pada malam hari instensitas cahaya yang masuk jadi lebih sedikit. Menyadari akan hal itu maka Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia akhirnya menurunkan tingkat kegelapan kaca film bagian depan menjadi 20%, namun tetap saja ada beberapa pengguna yang merasa sorot cahaya lampu utamanya terasa kurang pad amalam hari.

Interior Tampak Mewah Dan Modern

Interior Tampak Mewah Dan Modern

Interior Mudah Terlihat Kotor

Yang mengesankan dari Xpander pertama kali adalah kesan mewah dan modern sangat teraasa pada bagian interiornya. Aksen panel kayu, berpadu warna hitam dan silver metal membuat dashboardnya terkesan modern, belum lagi warna beige yang membungkus mayoritas bagian interior-nya(kecauli tipe Sport). Namun keunggulan tersebut justru menjadi sedikit nilai minus jika sudah digunakan untuk harian, pasalnya warna cerah membuat interior Mitsubishi Xpander jadi mudah terlihat kotor sehingga perlu upaya extra untuk membersihkan kain jok berbahan fabric yang berwarna cerah.

Shockbreaker Belakang Bocor

Banyak sekali pengguna Mitsubishi Xpander yang mengalami shockbreaker belakang yang bocor setelah melewati odometer 10.000 kilometer. Shockbreaker merupakan komponen peredam kejut yang bergerak vertikal naik turun, yang berisi cairan oli. Sewajarnya shockbreaker bocor jika mobil sudah muali berumur atau jika sering mobil sering melewati jalan rusak. Beberapa yang mengeluhkan hal tersebut berpendapat padahal pemakaian mobil normal-normal saja, dan tidak pernah mengangkut penumpang hingga overload. Namun untungnya pihak Mitsubishi meng-cover hal tersebut dalam garansi.

Idle Up naik-Turun

Idle Up atau kondisi mesin berputar stasioner/langsam itu terjadi pada saat kita memanaskan mobil atau saat mobil dalam kondisi macet. Putaran mesin dalam kondisi stasioner/langsam itu diatur di bagian throtel body yang dicontrol atas perintah ECU. Nah entah kenapa pada mitsubishi Xpander keluaran awal(keluaran sebelum maret 2018) ini putaran mesin suka meninggi secara tiba-tiba. Tidak drastis hanya kadang meninggi diatas 1000 rpm dengan sendirinya, terutama pada varian yang bertransmisi otomatis dan saat AC menyala, namun bisa membuat pemiliknya sedikit kaget terutama pada saat di kemacetan. Pihak Mitsubishi sudah mengatasinya dengan reprogramming ECU pada saat pengguna service berkala di bengkel resmi.

Akselerasi Lambat

Sedikit mengulas lagi,  Mitsubishi Xpande menggunakan mesin 1500 c dengan kode 4A91 yang dapat menghasilkan tenaga 104dk dan torsi sebesar 141 Nm, mesin tersebut dipadukan dengan dengan transmisi otomatis yang hanya 4 percepatan pada tipe Sport dan Ultimate. Jika dilihat speknya tidak ada yang istimewa dengan angka tersebut dan ketika dicoba memang tenaga diputaran bawah terutama pada awal start sangat terasa, namun akselerasinya menjadi biasa saja ketika sudah mencapai kecepatan diatas 60km/jam. Sehingga menurut kami sangatlah wajar mobil keluaraga dengan mesin 1500cc tidak terlalu agresif di kecepatan tinggi, justru karakter Xpander ini sangat pas saat membelah kemacetan jalan raya yang lebih sering stop and go.

Atap Berisik Saat Hujan

Harus diakui plat body Xpander ini tidak terlalu tebal walaupun sasis utamanya cukup rigid. Bagian plat yang tipis itu sangat terasa pada atap, bawah kaca samping belakang dan pintu belakang. Akibat platnya yang tidak terlalu tebal adalah saat hujan datang atap jadi berisik akibat tetesan air hujan.Peredaman kabin yang sudah baik dibagian karet pintu dan lantai mobil jadi terasa sia-sia saat mulai turun hujan karena sumber kebisingan justru muncul dari bagian atap. Solusinya mudah saja, anda cukup menambahkan ulang lapisan peredam di balik plafon atap mobil agar ketika hujan suara dari iar yang jatuh di plat bagian atap dapat tereduksi.

Plat Body Tipis Namun Desainnya Menarik

Plat Body Tipis Namun Desainnya Menarik

Spare Part Mahal

Dari dulu memang sudah terkenal spare part Mitsubishi untuk mobil penumpang lebih mahal dari rata-rata harga part untuk mobil Jepang sperti Toyota dan Suzuki. Sedikit contoh nih perbandingan harga spare part slow moving  antara Mitsubishi Xpander dan All New Suzuki Ertiga yang sama-sama di kelas Low MPV:

  • Sensor Air Bag. All New Ertiga: Rp 110.ooo – Xpander: Rp 1.850.000
  • Modul Air Bag. All New Ertiga: Rp 1.900.ooo – Xpander: Rp 7.300.000
  • Control Unit SRS. All New Ertiga: Rp 600.ooo – Xpander: Rp 3.900.000

 

Konsol Tengah Kurang Pas Tingginya

Pada bagian tengah antara jok depan terdapat konsol, lazimnya konsol ini bentuknya agak tinggi sehingga bisa dijadikan sandaran tangan(arm rest). Namun sayangnya desain konsol tengah Xpander ini terlalu rendah sehingga tidak bisa untuk sandaran tangan, sehingga pengguna Xpander masih perlu menambah arm rest sendiri untuk sandaran tangan agar posisi mengemudinya lebih santai.

Console tengah terlalu rendah

Console tengah terlalu rendah

Penggerak Roda Depan

Sebenarnya ini bisa dilihat sebagai kekurangan atau malah keunggulan, tergantung dari mana kita melihat. Untuk wilayah Indonesia yang infrastruktur jalannya belum bagus dan banyak tanjakan terjal tentu mobil dengan penggerak roda belakang jauh lebih unggul. Namun di wilayah perkotaan yang jalannya sudah bagus penggunaan mekanisme gerak roda depan pada mobil membawa keuntungan karena lebih efisien dan nyaman.

Kesimpulan Mengenai kekurangan Xpander

Itulah kekurangan dari Mitsubishi Xpander yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk anda beli. Tentu yang namanya produk baru pasti ada beberapa kekurangan, namun di tahun 2019 ini setelah lebih dari satu tahun meluncur sudah banyak improvement yang dilakukan oleh pihak Mitsubishi di Indonesia terhadap mobil andalan mereka yang sangat laris di pasaran ini. Kini semuanya tinggal kembali kepada calon pembeli, apakah karakter mobil keluarga di kelas Low MPV dengan mesin 1500c berpenggerak roda depan ini sudah sesuai dengan kebutuhan anda?

Topik: lain-lain | Tagged , , rantai timing xpander.

Tambah Komentar

Email anda tidak akan ditampilkan. Nama & Email wajib di isi


+