Review Suzuki Ertiga Diesel Apa Saja Kelebihan Kekurangannya

0
Suzuki ertiga Diesel Hybrid

Suzuki ertiga Diesel Hybrid

Suzuki Indomobil memasukan varian Suzuki Ertiga Diesel pada tahun 2017 silam dan bukan sembarang diesel karena ini adalah diesel hybrid seperti yang dapat anda lihat di emblem pintu bagasinya. Diesel Hybrid ini juga mengejutkan karena harganya sangat masuk akal, kita lihat apa yang ditawarkan oleh mobil ini.

Kalau kita mendengar kata hybrid maka sudah terbayang mobil yang harganya sangat mahal, tapi kenyataannya tidak. Pada saat diluncurukan Suzuki Ertiga Diesel ini dijual dengan harga Rp 219,5 juta rupiah (On the road Jakarta). Bertransmisi manual, dilengkapi dengan fitur keselamatan abs dan airbag. Walaupun saat itu harganya setara dengan Ertiga Dreza yang bertransmisi manual, namun tampilan luarnya hanya seperti Ertiga varian GX.

Ertiga Diesel Hanya Mild Hybrid

Karena memang orang yang tertarik dengan mobil ini tidak mementingkan tampilan luarnya yang mewah, keunggulannya adalah mesin yang dipakai mesin ini 1300 cc diesel, dilengkapi dengan variable geometry turbo.

Tapi karena ini hybrid pasti ada pertanyaan dimanakah letak baterai lithium yang besar yang dipakai mensuplai listrik ke mesin? Atau dimanakah motor/dinamo listrik yang menggerakkan roda supaya mobil bisa berjalan dengan mode electric? Jawabannya tidak ada motor listrik dan baterai lithium yang terpisah layaknya mobil Hybrid pada umumnya.

Lantas bagaimana cara kerjanya mesin Suzuki Ertiga Diesel Hybrid yang diberi nama SHVS ini? Teknologi SHVS ini tidak seperti mobil hybrid sesungguhnya, bisa dikatakan ini adalah teknologi hybrid ringan(mild hybrid). Cara kerjanya adalah jika pada mesin konvensional ada yang namanya Alternator  yang diputar oleh mesin yang menghasilkan listrik kemudian listriknya disimpan ke aki supaya aki tidak tekor. Lalu di mesin konvensional ada pula dinamo stater yang berguna untuk memutar mesin pada saat mesin di stater.

Emblem Hybrid Diesel ertiga

Emblem Hybrid Diesel ertiga

Nah pada system Hybrid di Ertiga diesel ini kedua komponen tersebut, yaitu alternator dan dinamo stater dijadikan satu komponen yang diberi nama ISG yaitu integrated stater generator. ISG ini dapat menstater mesin lebih halus dan karena mobil ini dilengkapi start-stop sistem, yaitu sistem electronic yang dapat mematikan mesin secara otomatis , yaitu saat kita berhenti di kemacetan atau di lampu merah maka butuh kapasitas aki yang lebih besar untuk menyimpan listriknya.

Selain pada saat stater/menyalakan, mesin motor ISG juga aktif saat mobil melakukan akselerasi dengan tiba-tiba yang bertujuan membantu putaran mesin diesel-nya bekerja. Jadi dikatakan hybrid ringan karena motor listriknya hanya berfungsi membantu putaran mesin agar lebih ringan.

Dengan begitu walaupun jumlah listrik yang dipakai untuk membantu untuk kehematan mobil ini tidak sebanyak mobil hybird murni tapi setidaknya memberi kontribusi, makanya dia diklaim sangat hemat bahan bakar.

Sebagai bukti walaupun mesin Ertiga diesel dengan kode D13A, Multijet 1300 cc yang digunakan ini sama dengan yang digunakan oleh Chevrolet Spin diesel, output tenaganya berbeda. Kalau di Chevy Spien diesel mesin ini hanya menghasilkan tenaga 75 hp dan torsi 190Nm, di Suzuki dengan bantuan sistem mild Hybrid mesin ini menghasilkan tenaga hingga 89 hp dan torsi sebesar 200 nm yang sudah bisa didapat sejak 1750 rpm makanya  bisa lebih hemat bahan bakar.

Kabin dan Fitur-fitur

Untuk kabin bagian depan Ertiga diesel semuanya sama persis dengan yang versi bensin tapi ada beberapa perbedaan, yang utama kalau anda melihat ke kanan sekarang ada tombol on-off untuk sistem start-stop. Head unit tetap menggunakan model yang terintegrasi dashboard, belum touch screen dan belum juga dilengkapi dengan sambungan telepon blutooth. Namun setidaknya kalau anda memiliki gadget apple atau android dan memiliki kabel data, anda tinggal menghubungkan slot usb di depan maka dia akan langsung bisa memutar musik dari handphone anda.

Sama seperti Suzuki Ertiga lainnya mobil ini memiliki layar MID di tengah panel instument namun bedanya dia memiliki indikator lampu berwarna hijau bertuliskan SHVS atau Smart Hybrid Vehicle by Suzuki. Saat lampu indikator ini menyala itu artinya motor ISG sedang ini melakukan pengisian daya ke aki Ertiga Diesel yang berkapasitas cukup besar yaitu 70 Ah.

Untuk posisi mengemudi sendiri slebih ergonomis dibandingkan Daihatsu Xenia atau Toyota Avanza, walaupun dia tidak se-ergonomis Honda Mobilio dia sama persis dengan Ertiga varian lainnya. Lalu sekarang yang menjadi pertanyaan adalah Seberapa besar getaran yang dihasilkan oleh mesin dieselnya?

Getaran yang dirasakan di dalam kabin sangat halus dan memang kami merasakan hampir tidak ada getaran yang berbeda dibandingkan mesin bensin. Kecuali pada saat stater pertama kalinya, karena diesel adalah mesin dengan kompresi yang sangat tinggi. Bahkan ketika pintu ditutup semua dan jendela rapat itu benar-benar hening kabinnya.

Kesan Mengemudi Suzuki Ertiga Diesel

Sangat mudah menjalankan mobil ini, masukkan gigi 1 dan mobil akan berjalan pelan dengan sendirinya saat pedal kopling diangkat dan itu tidak perlu menekan gas hanya lepas kopling saja. Menunjukkan ciri khas mobil diesel dengan torsi yang besar. Kemudian untuk koplingnya juga enteng sehingga mengemudikan mobil ini tidak terlalu melelelahkan tapi memang akan sangat baik kalau ada Suzuki Ertiga diesel matic juga.

Untuk transmisi manual dia tergolong sangat nyaman, begitu mendapati kemacetan karakter mobil ini langsung terasa perbedaannya. Disaat kemacetan seperti ini pindahkan tuas transmisi ke posisi netral dan lepas kopling maka mesin langsung otomatis mati. Dan ketika anda mau berjalan lagi, maka cukup injak kopling seketika akan menyala mesinnya. Bukan dengan motor statar tapi dengan ISG-nya tadi, Integrated Stater Generator.

Interior Suzuki Ertiga

Interior Suzuki Ertiga

Tapi memang pada saat di kemacetan dia berbeda dengan mobil hybrid seperti biasanya, kalau mobil hybrid biasa disaat mesin utamanya mati maka kompresor AC akan diputar oleh tenaga listrik kalau ini tidak, masih konvensional sehingga kompresor AC berhenti bekerja saat mesin diesel-nya mati dan AC menjadi tidak sedingin biasanya. Tapi kalau kabin sudah tidak dingin lagi maka mesin otomatis menyala kembali. Atau pada saat daya listrik di aki sudah mulai berkurang maka otomatis mesin akan menyala.

Tapi memang pada saat start-stop Suzuki Ertiga hybrid ini benar-benar sangat halus padahal mesin diesel lazimnya lebih kasar dari mesin bensin.Hanya ada getaran sedikit pada saat stater dan mati tapi itupun bisa ditoleransi dan membuat mobil ini menjadi lebih hemat lagi di kemacetan.

Tapi secara overall karakter pengendaraannya berbeda dengan hybrid murni. Jadi tidak ada karakter seperti khasnya hybrid murni dimana mesin otomatis mati pada saat deselerasi dan akan menyala kembali dengan smooth-nya saat bahu memabhu antara mesin listriknya  mensuplai energi atau mengambil energi itu tidak ada.

Suzuki Ertiga berteknologi Hybrid SHVS lebih seperti mobil konvensional dengan fitur auto-start stop. Karena sitemnya lebih sederhana terbukti tidak ada indikator layaknya pada Toyota Camry Hybrid yang menunjukkan aliran energi sedang meng-charge baterai atau berapa leevel energi dibaterai sekarang.

Hanya ada indikator SHVS yang akan menyala hijau saat kita sedang deselerasi dan mengambil energi untuk meng-charge aki, hanya itu saja. Jadi sebagai pengemudi biasa saja, tidak akan merasa kagok mengendarai mobil ini karena rasanya benar-benar sama dengan mengendari mobil biasa hanya ada auto start-stop saja.

Konsumsi BBM Suzuki Ertiga Diesel

Di dalam kota Ertiga Diesel dapat mencapai komsumsi bahan bakar 18,4 km/liter saat fitur auto start-stop dalam posisi selalu aktif. Tapi tanpa fitur auto start-stop sekalipun mesin deisel-nya masih dapat berjalan di kemacetan kota dengan tingkat konsumsi bbm  17km/liter. Sedangkan untuk konsumsi BBM rute luar kota atau tol Ertiga diesel dapat mencatatkan konsumsi 21,2 km/liter.

Untuk jenis bahan bakar yang boleh dikonsumsi sebenarnya secara teknis mobil ini sudah disesuaikan untuk spek Indonesia, bahkan mesin sudah diuji menggunakan solar biasa dan tidak masalah. Namun suzuki sebagaihanya bisa merekomendasi mobil ini memakai BBM non subsidi seperti Pertamina Dex, itu juga auntuk mendukung emisinya sudah euro 3. Kalaupun tetap ngotot untuk menggunakan bio Solar maka pihak Suzuki mengharuskan penggantian filter solar setiap 5000 kilometer, alias setiap penggantian oli mesin wajib diikuti dengan penggantian filter solar.

Mesin Disel Ertiga D13A Multijet VGT Turbo

Mesin Disel Ertiga D13A Multijet VGT Turbo

Perlu dipahami Suzuki Ertiga Diesel menggunakan mesin D13A, Multijet 1300 cc ini adalah mesin  modern yang lebih rentan terhadap solar berkualitas rendah. Mesin ini menggunakan turbo VGT dan sudah commonrail sehingga riskan untuk menggunakan bahan bakar berkualitas rendah.

Terbukti tarikan tenaga dari mesin turbonya bekerja maksimal di putaran mesin 2500rpm ke-atas, begitu injak gas pol selang 1 detik pertama tidak terjadi apa-apa, namun kemudian di detik beirkutnya semua tenaga dan torsinya dimuntahkan oleh mesin sangat terasa berbeda dibandingkan mesin bensin pada umumnya.

Kehematan Ertiga diesel sungguh luar biasa serta sistem hybrid nya juga tidak terlalu rumit. Sehingga itu tidak menimbulkan kekhawatiran orang bagaimana merawat mobil ini, jelas ini lebih menggoda dari versi bensin. Kalau anda memang suka Ertiga maka jangan beli yang bensin sebelum anda mencoba yang diesel ini.

Namun sayangnya di tahun 2019 ini Suzuki belum berencana memasukkan All New Ertiga Diesel Hybrid terbaru, jika anda tertarik meminangnya anda hanya dapat memilikinya dalam kondisi bekas, tahun produksi 2017-2018 saja.

Topik: lain-lain | Tagged , , .

Tambah Komentar

Email anda tidak akan ditampilkan. Nama & Email wajib di isi


+